Tetapi hal ini dapat dimoblisasi oleh Reservoir Modifier Sebagai tambahan

Tetapi hal ini dapat dimoblisasi oleh reservoir

This preview shows page 29 - 32 out of 65 pages.

Tetapi hal ini dapat dimoblisasi oleh Reservoir Modifier. Sebagai tambahan Reservoir Modifier dapat meningkatkan penyapuan melalui pelepasan pada zona minyak yang berdekatan dengan area penyapuan. (PT. Citra Patra Utama, 2011) 2.2.3Prinsip Kerja Reservoir Modifier stimulasi reservoir Reservoir Modifierbekerja dengan menggunakan konsep kerja seperti dibawah ini oleh (Mucharam, 2014) dalam (Pertamina EP Asset 5 Field Tanjung, 2014) : 1.Microemulsion, Reservoir Modifierbereaksi dengan minyak dan memecah molekul minyak hingga menjadi ukuran mikron, sehingga viskositas minyak mengecil, mobilitas minyak meningkat dan mudah mengalir melalui lobang pori berukuran 0.5 mikron 2.Imbibition, larutan Reservoir Modifiermudah terserap oleh pori batuan, bereaksi dan mengikis lapisan minyak, sehingga dengan inner energyyang timbul akibat reaksi semar dapat mengalikan minyak akan mengalir dan lepas dari daya adhesivebatuan reservoir. Minyak yang mengalir akan mengelompok membentuk oil bank. 3.Wettability alteration, proses imbibisi yang berjalan menerus akan mengalterasi minyak yang terikat oleh batuan, sehingga posisi minyak akan digantikan oleh larutan semar. Dengan demikian akan merubah batuan dari oil wetmenjadi water wet. Perhitungan volume yang akan disuntikkan untuk implementasi lapangan dihitung menggunakan perhitungan dengan rumus volumetrik biasa, dimana rumus yang digunakan sebagai berikut: 𝑉𝑓 = 0,56 𝑥 𝜑 𝑥 ℎ 𝑥 𝑟...........................................................................(1)
Background image
16 Universitas Islam RiauUJI LABORATORIUM UNTUK CHEMICAL Sebelum dilakukan chemical injection di lapangan, perlu dilakukan pemilihan jenis chemicjaldan besarnya konsentrasi yang memberikan hasil optimal dilapangan. Pemilihan jenis chemical meliputi analisis sampel reservoir,analisis phase behavior, tes spontaneous imbibition, pengukuran viskositas, dan core flooding jika diperlukan. (Dwiyanto et al., 2011) 1.Analisis Phase BehaviorBertujuan untuk melihat kelakuan fasa akibat contact antara minyak dengan fluida yang diinjeksikan. Tes ini dilakukan pada konsentrasi chemical dan perbandingan saturasi minyak-larutan chemicaltertentu. 2.Tes Spontaneous ImbibitionBertujuan untuk mengetahui kemampuan chemicaldalam memobilisasi dan meningkatkan nilai perolehan minyak. Tes ini juga bertujuan untuk melihat lamanya waktu soaking yang optimal dari chemical injection yang dilakukan. Gambar 2.12 Imbibition test (Pertamina File,2018 ) 3.Tes Mixing ViscosityUji tes ini menggambarkan tentang resintensi dan emulsi; chemicals, air formatisi dan sminyak yang memiliki nilai viskositas tertentu. Dimana uji ini melihat nilai Formulasi chemicalyang paling baik adalah yang dapat menghasilkan nilai viskositas tertinggi pada fraksi volume minyak dibawah 50%
Background image
17 Universitas Islam Riau. Gambar 2.13 Mixing viscosity measurement(Pertamina File, 2018) Sebelum dilakukan stimulasi chemicaldilakukan pemilihan kandidat sumur berdasarkan kriteria sebagai berikut (Dwiyanto, Adhika, Akhmadi, Putro, & Haqiqi, 2017).
Background image
Image of page 32

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 65 pages?

  • Winter '14
  • ir. sugiatmo kasmungin

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture