Contoh Merdeka 7 Tanda Kurung a Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan

Contoh merdeka 7 tanda kurung a mengapit tambahan

This preview shows page 13 - 16 out of 21 pages.

Contoh: Merdeka! 7. Tanda Kurung ((…)) a) Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Contoh: Bagian Perencanaan sudah menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. b) Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan. Contoh: Keterangan itu (lihat Tabel 2) menunjukkan arus perkembangan pasaran. c) Mengapit huruf atau kata yang kehadirannya dalam teks tersebut dapat dihilangkan. Contoh: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a). 8. Tanda Petik (“…”) a) Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain. 13
Image of page 13
Contoh: Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, ”Bahasa negara kita ialah Bahasa Indonesia.” b) Mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Contoh: Bacalah “Bola Lampu” dalam buku Dari Suatu Masa. c) Mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Contoh: Ia bercelana panjang yang dikalangan remaja dikenal dengan nama “cutbrai”. d) Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. Contoh: Kata Rio,”Saya juga minta satu.” e) Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. Contoh: Karena warna kulitnya, Wao mendapat julukan “Si Hitam”. 9. Tanda Petik Tunggal (‘…’) a) Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Contoh: Tanya Basri, ”Kau dengar bunyi ‘kring-kring’ tadi?” b) Mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata ungkapan asing. Contoh: ‘ feed-back’ balikan 10. Tanda garis Miring (/) a) Dipakai dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yng terbagi dalam dua tahun takwim. Contoh: No. 7/PK/1973 b) Dipakai sebagai pengganti kata dan ,atau ,atau tiap. Contoh: harganya Rp 250, 00/ lembar B. Diksi 14
Image of page 14
a. Pengertian Diksi Ada beberapa pengertian diksi di antaranya adalah Harimurti (1984) dalam kamus linguistik, menyatakan bahwa diksi adalah pilhan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam berbicara di dalam karang mengarang. Dalam KBBI (2002: 264) diksi diartikan sebagai pilihan kata yanng tepat dan selaras dalam penggunaanya untuk menggungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan. Jadi, diksi berhubungan dengan pengertian teknis dalam hal karang-mengarang, hal tulis-menulis, serta tutur sapa. Pilihan kata atau diksi pada dasarnya adalah hasil dari upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alenia, atau wacana. Pemilihan kata dapat dilakukan bila tersedia sejumlah kata yang artinya hampir sama atau bermiripan. Pemilihan kata bukanlah sekedar kegiatan memilih kata yang tepat, melainkan juga memilih kata yang cocok. Cocok dalam hal ini berarti sesuai dengan konteks dimana kata itu berada, dan maknanya tidak bertentangan dengan nilai rasa masyarakat pemakainya. Untuk itu, dalam memilih kata diperlukan analisis dan pertimbangan tertentu. Sebagai contoh, kata mati bersinonim dengan
Image of page 15
Image of page 16

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 21 pages?

  • Fall '18
  • pak mujid

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture