Lingkungan juga bersifat mekanistik reduksionistik

  • No School
  • AA 1
  • cha17pc
  • 53

This preview shows page 25 - 27 out of 53 pages.

lingkungan juga bersifat mekanistik-reduksionistik. Dikatakan mekanistis karena seluruhalam semesta dan manusia dilihat sebagai mesin yang berfungsi secara mekanis yang dapatdianlisis dan diprediksi secara terpisah dan lepas dari keseluruhan yang membentuknya.Sementara dikatakan reduksionis, karena realitas di alam semesta, termasuk manusia, dilihatsecara reduksionistis dari satu aspek semata-mata tanpa melihat keterkaitannya yang lebihkomprehensif dan holistik di antara berbagai aspek. Pendekatan mekanistik-reduksionistik inimemandang hubungan antara manusia dengan lingkungan alam secara terpisah danmenempatkan manusia di atas segalanya.Pandangan yang demikian ini berasal dari cara pandang Barat yang bertumpu padalogika Cartesian, yang menempatkan manusia terpisah dari alam dan menggunakan logikadominasi manusia atas alam. Kredo Cartesian inilah yang dikenal dengan “Cogito ergo sum(saya berpikir, maka saya ada). Dari sinilah Descartesmenyimpulkan, bahwa esensi darihakikat manusia terletak pada pikirannya, dan semua benda yang dapat kita tangkap secara jelasadalah benar (Fritjof Capra, 2007). Pernyataan atau kredo Cartesian inilah yang menyebabkanmanusia pun berdiri berhadap-hadapan dengan alam.Dalam bahasa Cartesian, lingkunganalam dinamakanres extensayang mencakup segala sesuatu yang ada di luar diri manusia,yang kepentingannya tergantung pada dan ditentukan olehres cogitansyaitu manusia yangberpikir (Arief Hidayat dan Adji Samekto, 2007).Akibat pandangan mekanistik-reduksionistikyang demikian, maka manusia dengan segala kemampuan berpikir (rasional) hendakmenguasai alam. Manusia tidak ditempatkan sejajar atau sebagai bagian dari alam, melainkanterpisah dan di atas alam. Manusia ditempatkan sebagai subyek, sementara lingkungan alamditempatkan sebagai obyek yang bebas dieksploitasi kapan saja oleh manusia. Implikasipendekatan yang mekanistik-reduksionistik ala Cartesian itulah yang melahirkan sikap danperilaku eksploitatif terhadap lingkungan, dan pada akhirnya telah menyebabkan kerusakanlingkungan. Bahkan menurut Fritjof Capra paradigma mekanistik Cartesian ini merupakansalah satu sebab utama mengapa kita tidak bisa membangun komunitas yang berkelanjutan,komunitas yang ramah lingkungan. Lebih jauh dikatakan, cara berpikir yang mekanistik initelah membuat kita tercerabut dari alam dan dari sesama manusia yang lain. Kita hidupseakan sebagai bagian yang terpisah dari keseluruhan (Sonny Keraf, 2005).b.Intermediate Environmental EthicsIntermediateEnvironmental Ethicsmerupakan teori lingkungan yang muncul sebagaikritik atau penolakan terhadap etika lingkungan dangkal atau antroposentrisme. Jika etika
lingkungan dangkal atau antroposentrime memandang bahwa pengelolaan dan perlindunganlingkungan dilakukan untuk memenuhi kepentingan manusia, sebaliknya dalam etika inidianggap karena makhluk hidup mempunyai nilai untuk dirinya sendiri. Nilai makhluk hidupadalah lepas dari kepentingan manusia. Sementara alam juga memiliki nilai tersendiri lepasdari kepentingan manusia. Dengan demikian menurut etika ini baikmanusia maupun alam

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

End of preview. Want to read all 53 pages?

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Term
Fall
Professor
NoProfessor

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture