Viscositas air \u00b5 w Kelarutas gas dalam air Rsw Viscositas gas \u00b5 g dan lain lain

Viscositas air µ w kelarutas gas dalam air rsw

This preview shows page 23 - 28 out of 38 pages.

Viscositas air (µ w ) Kelarutas gas dalam air (Rsw) Viscositas gas (µ g ), dan lain-lain 3) Geometri dan Daerah Pengurasan
Image of page 23
4) Perbedaan Tekanan Reservoir dan Tekanan Dasar Sumur (Pwf) Parameter diatas akan menentukan kemampuan fluida mengalir dari reservoir ke dasar sumur ( Productivity Index / PI, dan Inflow Perfomance Relationship / IPR). 8.3.2 Aliran Fluida dalam Pipa Dari dasar sumur ke permukaan fluida mengalir melalui pipa (tubing). Hal yang berpengaruh disini adalah factor gesekan, diameter, jumlah fasa (single/multifasa), konfigurasi sumur (vertical, directional, horizontal) yang di akumulasikan jadi kehilangan tekanan sepanjang aliran. Metode produksi garis besarnya terbagi menjadi 2, yaitu: a) Sembur Alam ( Natural Flow ) Yaitu sumur yang berproduksi dengan tenaga alamiahnya sendiri atau tekanan reservoirnya mampu mendorong fluida reservoir ke permukaan. Dibawah ini merupakan skema sumur sembur alam sebagai berikut. b) Artificial Lift Gambar 8.6 Natural Flow Production
Image of page 24
Dikenal dengan sumur sembur buatan yaitu apabila tekanan reservoir sudah tidak mampu mendorong migas sampai ke permukaan maka diperlukan bantuan dari luar misalnya dengan pompa atau gas lift. Di bawah ini skema sistem artificial lift sebagai berikut. Permasalahan pada sumur bukan hanya tekanan reservoir yang secara alamiah turun sehingga produksi turun tetapi penurunan produksi dapat berasal dari adanya kerusakan formasi disekitar lubang sumur (skin / S) yaitu penurunan harga permeabilitas disekitar lubang bor sehingga menghambat aliran ( Flow Efficiency / FE). 8.3.3 Productivity Index (PI) Menunjukkan kemampuan sumur untuk berproduksi yang memiliki satuan BOPD/psi. Persamaan yang digunakan ditentukan oleh tekanan dan adanya kerusakan formasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktifitas sumur: Besarnya penurunan tekanan antara reservoir dan lubang sumur Aliran didaerah pengurasan, kerusakan formasi disekitar lubang sumur Gambar 8.7 Artificial Lift
Image of page 25
Tipe dari mekanisme pendorong a) Bila Pr > Pb dan S = 0 Dengan persamaan darcy menjadi: Bila dibuat kurva PI akan berbentuk garis lurus, dengan kemiringan yang konstan. Jika kondisi terdapat skin (kerusakan formasi) atau S>0 dapat digunakan persamaan Darcy: Untuk reservoir strong water drive, konstanta 0.75 tidak dipakai. b) Bila Pr < Pb Pada kondisi ini sudah ada gas yang terbentuk. Hubungan antara laju alir dengan tekanan tidak berbentuk garis lurus melaikna berbentuk garis melengkung . Berdasarkan studi yang dilakukan oelh vogel. IPR dipengaruhi oleh viscositas fluida dan GOR. Persamaan yang digunakan: 8.3.4 Inflow Perfomance Relationship (IPR)
Image of page 26
Menentukan potensi sumur produksi dengan rate (q) suatu sumur dari ∆P tertentu suatu sumur dengan mengasumsikan Pwf ( Pressure Well Flowing ) sebagai sumbu y dan q ( flow rate ) sebagai sumbu x. Faktor yang mempengaruhu bentuk kurva IPR adalah gas bebas yang terjadi didalam reservoir. Hal tersebut terjadi jika tekanan reservoir berada di bawah tekanan saturasinya (Pb).
Image of page 27
Image of page 28

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 38 pages?

  • Fall '13

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes