pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi karyawannya

Pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai

This preview shows page 14 - 17 out of 45 pages.

pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi karyawannya b. penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan, seperti : 1. Penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai, 2. Penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan didaerah tertentu, dan 3. penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. Ini semua ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.
Image of page 14
PPh Orang Pribadi 15 c. Harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan yang antara pemberi dan penerimanya memiliki hubungan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan. d. Zakat atas penghasilan yang nyata-nyata dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.(PP Nomor 60 tahun 2010) Kompensasi kerugian Ada kalanya Wajib Pajak dalam menjalankan usaha mengalami kerugian. Kerugian ini didapatkan karena Wajib Pajak omzetnya lebih kecil dibanding dengan harga pokok penjualan atau biaya-biaya yang diperkenankan atau Wajib Pajak ditimpa suatu musibah yang diluar kekuasaannya atau sebab-sebab lainnya. Penghitungan kerugian bisa diperoleh dengan cara penghasilan bruto dikurangi dengan pengurangan yang diperkenankan dank arena pengurangnya lebih besar, maka diperoleh kerugian. Kerugian tersebut dapat dikompensasikan dengan penghasilan neto atau laba fiskal selama lima tahun berturut-turut dimulai sejak tahun berikutnya sesudah tahun terjadinya kerugian tersebut.. Misalnya wajib pajak Tn. Aphes mengalami kerugian fiskal tahun pajak 2012, maka kerugian tersebut dapat dokompensasikan dengan penghasilan neto atau laba fiskal tahun 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017. Jika setelah kerugian tersebut dikompensasikan sampai dengan tahun 2017 masih tersisa kerugian yang belum dikompensasikan, maka sisa kerugian tersebut tidak dapat lagi dikompensasikan dengan penghasilan neto atau laba fiskal tahun 2018 atau sesudahnya. Apabila selama 5 tahun yang masih dalam masa kompensasi terjadi kerugian, maka kerugian tersebut tidak langsung ditambahkan kepada sisa kerugian yang masih bisa dikompensasikan, tetapi dapat dikompensasikan apabila sisa kompensasi kerugian sebelumnya sudah habis. Contoh : Tn. Aphes dalam tahun 2012 mengalami kerugian fiskal Rp1.200.000.000,00. Dalam lima tahun berikutnya rugi laba fiskal PT Pintar sebagai berikut : 2013 : laba fiskal Rp200.000.000,00 2014 : rugi fiskal Rp300.000.000,00 2015 : laba fiskal NIHIL 2016 : laba fiskal Rp100.000.000,00 2017 : laba fiskal Rp800.000.000,00 Penghitungan kompensasi kerugian dilakukan sebagai berikut : Rugi fiskal tahun 2012 Rp (1.200.000.000,00) Laba fiskal tahun 2013 Rp 200.000.000,00 + Sisa rugi fiskal tahun 2012 Rp (1.000.000.000,00) Rugi fiskal tahun 2014 Rp (300.000.000,00) Sisa rugi fiskal tahun 2012 Rp (1.000.000.000,00) Laba fiskal tahun 2015 Rp NIHIL Sisa rugi fiskal tahun 2012 Rp (1.000.000.000,00) Laba fiskal tahun 2016 Rp 100.000.000,00 + Sisa rugi fiskal tahun 2012 Rp (900.000.000,00) Laba fiskal tahun 2017 Rp 800.000.000,00 + Sisa rugi fiskal tahun 2012 Rp (100.000.000,00)
Image of page 15
PPh Orang Pribadi 16 Rugi fiskal tahun 2012 sebesar Rp100.000.000,00 yang masih tersisa pada akhir tahun
Image of page 16
Image of page 17

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 45 pages?

  • Winter '20

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes