Pada pekerjaan squeeze cementing tubing digunakan untuk menyalurkan sejumlah

Pada pekerjaan squeeze cementing tubing digunakan

This preview shows page 22 - 26 out of 39 pages.

minyak atau gas bumi dari dasar sumur hingga naik kepermukaan. Pada pekerjaan squeeze cementing, tubing digunakan untuk menyalurkan sejumlah slurry cement hingga ke target penyemenan. 3. Scratchers Adalah alat pembersih dinding lubang sumur dari mud cake sehingga semen dapat melekat langsung pada dinding formasi dan dapat menghindarkan channeling (lubang saluran diantara semen dan formasi). cara pemakaian alat ini ada beberapa macam yaitu dengan cara diputar atau dengan menaik turunkan. 4. Centralizer Centralizer adalah alat untuk menempatkan casing tepat di tengah lubang sumur agar diperoleh jarak yang sama antara casing dengan dinding lubang sumur. Pemasangan alat ini pada casing biasanya dengan cara di las. 5. Balance Plug Balance Plug dipakai untuk mendesak kolom semen dalam casing agar semen dapat ke tempat lokasi penyemenan. 22
Image of page 22
6. Landing Collar Berguna untuk menyekat dan menangkap liner wiper plug , mencegahnya naik kembali ke atas lubang, menyekat tekanan dari bawah dan mencegahnya berputar sewaktu pemboran keluar. 7. Cementing Basket Digunakan bersama-sama dengan casing atau liner pada titik dimana terdapat formasi yang porous atau lemah. Guna alat ini adalah agar cement slurry tidak bercampur dengan batuan formasi yang gugur. 8. Cement Stinger Cement stinger merupakan sebuah pipa yang berdiameter lebih kecil dari pipa bor yang biasanya dipasang dibawah rangkaian dan digunanakan pada saat memasang bridge plug Gambar II.5 Cement Stinger ( ) 23
Image of page 23
II.5 Sifat-Sifat Semen Mempunyai beberapa sifat yang berpengaruh dalam proses penyemenan dan harus disesuaikan dengan kondisi sumur. Beberapa sifat semen yang harus dibahas yaitu : Kekuatan semen (Strength) Perbandingan jumlah air dan semen yang dicampurkan (Water Cement Ratio) Densitas (Density) Waktu pemompaan (Thickening Time) Viscositas (Viscosity) Permeabilitas (Permeability) Waktu pengerasan semen (Waiting On Cement) II.5.1 Kekuatan Untuk mengetahui kekuatan semen yang akan dipergunakan, maka biasanya dilakukan uji pengetesan terhadap Compressive Strength dan Shear Strength. Compressive Strength merupakan kekuatan semen untuk menahan tekanan yang berasal dari formasi maupun casing. Shear Strength adalah kekuatan semen dalam menahan berat atau beban casing. Perbandingan antara Compressive Strength dengan Shear Strength adalah bisa mencapai 10:1. Jadi apabila semen dengan Shear Strength 24
Image of page 24
10 Psi maka Compressive Strength nya sebesar 100 Psi. Beberapa faktor untuk menentukan lamanya pengerasan yang berkaitan dengan kekuatan semen yaitu menentukan nilai cement strength yang diperlukan agar pada pemboran selanjutnya dapat dilakukan dan dapat mengetahui bagaimana karakteristik peningkatan cement strength yang digunakan. II.5.2 Water Cement Ratio Water Cement Ratio (WCR) ialah perbandingan antara jumlah air dan semen yang dicampurkan untuk mendapatkan komposisi bubur semen yang pas dan sesuai dengan karakteristik sumur. Water Cement Ratio tersebut dipengaruhi oleh surface area cement, yaitu dimana luas permukaan dari semua butir yang ada dalam cm2/gram semen yang dipergunakan.
Image of page 25
Image of page 26

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 39 pages?

  • Fall '13

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture