dalam pemilihan sampel penelitian antara lain memiliki data mengenai

Dalam pemilihan sampel penelitian antara lain

This preview shows page 53 - 56 out of 90 pages.

dalam pemilihan sampel penelitian antara lain: memiliki data mengenai keanggotaan Komite Audit, independensi , proporsi Komisaris Independen, ketua Komite Audit dan kompetensi komite audit . 3.2 Jenis dan Sumber Data 3.2.1. Jenis data Data yang dipakai dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Menurut Nur Indriantoro dan Bambang Supomo (1999) data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Adapun data sekunder yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi: Data diskripsi komite audit, yang terdiri dari keberadaan, ukuran, independensi, kompetensi dan ukuran komisaris independen. 3.2.2 Sumber data Data mengenai emiten yang dikenai sanksi atas pelanggaran terhadap peraturan pasar modal selama tahun 2004 diperoleh dari laporan bagian penetaan sanksi, biro perundang-undangan dan bantuan hukum, Bapepam tahun 2003 dan
Image of page 53
54 2004. Data mengenai nama-nama emiten yang telah membentuk Komite Audit dan mengangkat Komisaris Independen dieroleh dari pengumuman BEJ No. Peng- 123/BEJ-PSR/10-2003. 3.3 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Variabel penelitian dan definisi operasional variabel dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: 3.3.1 Ketepatan waktu Pengukuran ketepatan waktu pelaporan keuangan diukur berdasarkan keterlambatan pelaporan keuangan perusahaan, yang didasarkan pada peraturan yang telah ditetapkan oleh Bapepam berdasarkan UU No.8 tahun 1985 yang telah diperbaharui pada tahun 1996 dan mulai berlaku tanggal 17 Januari 1996. Berdasarkan keputusan ketua Bapepam No.80 tahun 1996, perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit selambat-lambatnya 120 hari setelah tahun buku berakhir. Perusahaan dikategorikan terlambat jika laporan keuangan dilaporkan setelah tanggal 30 April, sedangkan perusahaan yang tepat waktu adalah perusahaan yang menyampaikan laporan keuangan sebelum tanggal 30 April. Dimana kategori 0 (nol) untuk perusahaan yang tidak tepat waktu dan kategori 1 (satu) untuk perusahaan yang tepat waktu. 3.3.2 Keanggotaan Komite Audit Keanggotaan Komite Audit dalam suatu perusahaan didefinisikan sebagai jumlah anggota komite audit. Di Indonesia, keanggotaan komite audit bermacam- macam, namun sebagai panduan, Bapepam (1999) dan Bursa Efek Jakarta (2000) mengatur bahwa anggota komite audit sekurang-kurangnya terdiri dari 3 (tiga) orang.
Image of page 54
55 Pada Desember 1999, New York Stock Exchange (NYSE) dan NASDAQ memperbaharui persyaratan Komite Audit bagi perusahaan yang terdaftar di bursa saham. Dalam standar yang baru, perusahaan harus memiliki komite audit sedikitnya 3 anggota, dimana semua anggota tidak boleh memiliki hubungan dengan perusahaan karena akan mengganggu independensi mereka dari manajemen dan perusahaan. Peraturan baru ini sebagai respon atas permintaan Stock Exchange Committe (SEC) untuk meningkatkan efektivitas Komite Audit dalam menilai proses pelaporan keuangan. Hal tersebut sejalan dengan Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance (2001) yang mensyaratkan bahwa Komite Audit beranggotakan satu
Image of page 55
Image of page 56

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 90 pages?

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture