Kurangnya perhatian LSM terhadap akuntabilitas dan minimnya akses informasi

Kurangnya perhatian lsm terhadap akuntabilitas dan

This preview shows page 96 - 98 out of 109 pages.

terhadap prinsip demokrasi, HAM dan Hak Asasi Perempuan. Kurangnya perhatian LSM terhadap akuntabilitas dan minimnya akses informasi merupakan salahsatu penyebab kecilnya peluang LSM untuk mendapatkan dukungan dana lokal (filantropy, dan corporate social responsibility). C. Mengembangkan Akuntansi Untuk LSM Akuntansi berperan untuk menghasilkan dan menyediakan informasi yang bersifat kuantitatif, terutama bersifat keuangan. Informasi akuntansi digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi yang rasional. Sehingga akuntansi yang diterapkan merupakan akuntansi pada domain publik. 1.1. Ruang Lingkup Ruang lingkup LSM terkait dengan pengelolaan organisasi LSM. Kegiatan LSM mencakup semua kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kesadaran masyarakat tentang hak dan kewajibannya sebagai manusia dan warga negara. Pengelolaan Organisasi LSM erat kaitannya dengan siklus penganggaran yang diawali dengan perencanaan, penganngaran, pelaksanaan dan pelaporan. Pertanggungjawaban segala aspek menjadi keharusan, karena kredibilitas dan profesionalitas dalam menjalankan program dan pengelolaan dana menjadi modal penting untuk menunjukan dan melanjutkan eksistensinya. Pada dasarnya terdapat dua pola pertanggungjawaban organisasi LSM:
Image of page 96
(1) Pertanggungjawaban bersifat vertikal (vertical accountability) : pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi. (2) Pertanggungjawaban horizontal (horizontal accountablitiy) : pertanggungjawabannya kepada masyarakat luas secara perorangan maupun lembaga, khususnya yang menjadi donatur/penyandang dana dan objek program dalam kegiatan LSM Pertanggungjawaban manajemen (management accountability) merupakan bagian terpenting untuk menciptakan kredibilitas manajemen LSM. Lemahnya kredibilitas dan citra organisasi menandakan kelangsungan hidup organisasi terancam. 1.2. Sifat dan Karakteristik Perbedaaan lingkungan yang mempengaruhinya menjadikan LSM berbeda dengan lembaga publik lainnya. Perbedaan ini dengan membandingkan tujuan organisasi, sumber pendanaan, pola pertanggungjawaban, struktur organisasi dan anggarannya. Karena LSM termasuk dalam organisasi nirlaba, maka tujuannya bukanlah untuk mencari laba sebagaimana organisasi privat/swasta. Tujuan utama dari LSM adalah untuk memberikan pelayanan dan menyelenggarakan seluruh aktivitas yang terkait dengan pemberian dana oleh sebuah lembaga donor, yang dibutuhkan maupun yang telah menjadi kegiatan rutin LSM yang berkaitan. Tujuan keuangan LSM ditujukan untuk mendukung terlaksananya kegiatan untuk memberdayakan masyarakat (terutama masyarakat lemah dan miski). Tujuan keuangan ini bukan untuk memperoleh keuntungan berupa profit, tetapi lebih kearah membiayai operasional rutin LSM dan program kerja LSM. 1.3. Tujuan Tujuan utama akuntansi dalam LSM adalah menyediakan informasi keuangan yang berguna bagi manajemen dan pihak eksternal LSM, sehingga informasi tersebut dapat digunakan untuk: (1) Memberikan informasi yang diperlukan dalam mengelola secara tepat, efisien dan ekonomis atas suatu kegiatan serta alokasi sumber daya yang dipercayakan kepada organinsasi. Tujuan ini terkait dengan pengendalian pengelolaan.
Image of page 97
Image of page 98

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 109 pages?

  • Spring '20

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture