Pada konsentrasi asam sulfat 95 lama perendaman 30 menit yang diikuti dengan

Pada konsentrasi asam sulfat 95 lama perendaman 30

This preview shows page 5 - 8 out of 9 pages.

Pada konsentrasi asam sulfat 95%, lama perendaman 30 menit yang diikuti dengan perendaman air pada suhu kamar 1 24 jam memberikan hasil optimal pada keseluruhan tolok ukur yang diamati. Diduga bahwa dengan tingginya konsentrasi asam sulfat hanya dibutuhkan lama perendaman yang singkat untuk mematahkan dormansi. Lama perendaman lebih dari 30 menit akan mengakibatkan kerusakan pada benih, sehingga nilai potensi tumbuh, daya berkecambah dan kecepatan tumbuh menjadi rendah bahkan tidak tumbuh. Kerusakan yang ditimbulkan oleh asam sulfat adalah tumbuhnya kecambah-kecambah abnormal. ( a ) ( b ) ( c ) Keterangan: (a) Buah panggal buaya; (b) Eksokarp panggal buaya yang merekah sepanjang sisi setelah mengalami proses pengeringan; dan (c) Benih panggal buaya yang masih diselimuti oleh daging buah. Gambar 3 Buah panggal buaya. eksokarp Tabel 3 Rekapitulasi sidik ragam pengaruh konsentrasi dan lama perendaman asam sulfat yang diikuti dengan perendaman air pada suhu kamar 1 × ?24 jam terhadap viabilitas dan vigor benih panggal buaya Tolak ukur Sumber Potensi tumbuh (%) Daya berkecambah (%) Kecepatan tumbuh (%KN etmal -1 ) Konsentrasi ** ** ** Lama ** ** ** Kons.*Lama ** ** ** Keterangan: ** = nyata pada taraf 1%
Image of page 5
JMHT Vol. XV, (2): 66-74, Agustus 2009 Artikel Ilmiah ISSN: 0215-157X 71 Tabel 4 Pengaruh interaksi antara konsentrasi dengan lama perendaman asam sulfat yang diikuti dengan perendaman air pada suhu kamar 1 24 jam terhadap potensi tumbuh, daya berkecambah dan kecepatan tumbuh benih panggal buaya Lama perendaman (menit) Unit tolok ukur *) Konsentrasi (%) 30 60 90 120 150 180 75 1,5 e 4,7 de 2,0 e 2,0 e 2,0 e - 85 15,3 b 29,7 a 8,0 cd 4,3 de 3,3 de 2,3 e Potensi tumbuh (%) 95 40,7 a 36,3 a 19,3 b 13,0 bc 4,7 de 7,0 cd 75 1,5 f 4,3 def 2,0 f 2,0 f 2,0 f - 85 15,0 b 29,7 a 7,7 cd 4,3 def 3,3 def 2,3 ef Daya berkecambah (%) 95 39,7 a 36,3 a 18,7 b 12,7 b 4,3 def 7,0 cde 75 0,040 g 0,136 efg 0,076 efg 0,074 efg 0,056 fg - 85 0,401 cd 0,904 a 0,254 ed 0,143 efg 0,122 efg 0,071 fg Kecepatan tumbuh (%KN etmal -1 ) 95 0,698 ab 0,607 bc 0,506 bc 0,398 cd 0,154 efg 0,228 def Keterangan: ( * ) Dihitung pada hari ke-114 ( - ) Tidak ada yang tumbuh Angka-angka pada masing-masing tolok ukur yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata menurut DMRT pada taraf 5% 0.0 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 30.0 35.0 40.0 45.0 30 60 90 120 150 180 Lama perendaman (menit) PT(%) 75% 85% 95% 0.0 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 30.0 35.0 40.0 45.0 30 60 90 120 150 180 DB(%) 75% 85% 95% Lama perendaman (menit) 0.000 0.100 0.200 0.300 0.400 0.500 0.600 0.700 0.800 0.900 1.000 30 60 90 120 150 180 Lama perendaman (menit) KCT(%KN etmal -1 ) 75% 85% 95% (a) (b) (c) Gambar 4 Pengaruh perlakuan perendaman asam sulfat yang diikuti dengan perendaman air pada suhu kamar 1 24 jam terhadap (a) Potensi tumbuh, (b) Daya berkecambah dan (c) Kecepatan tumbuh benih panggal buaya.
Image of page 6
JMHT Vol. XV, (2): 66-74, Agustus 2009 Artikel Ilmiah ISSN: 0215-157X 72 Tabel 5 Rekapitulasi sidik ragam pengaruh perlakuan pematahan dormansi terhadap viabilitas benih panggal buaya Tolak ukur Sumber Potensi tumbuh (%) Daya berkecambah (%) Kecepatan tumbuh (%KN etmal -1 ) Perlakuan ** ** ** Keterangan: ** = nyata pada taraf 1% Hasil uji Tetrazolium (TZ) benih baru pada percobaan pendahuluan memberikan hasil 100% embrio berwarna merah penuh setelah sebelumnya benih direndam dalam air selama 24 jam kemudian direndam dalam larutan TZ selama 1 24 jam pada suhu kamar. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat penghambatan proses imbibisi pada
Image of page 7
Image of page 8

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 9 pages?

  • Fall '17
  • agus wijaya

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture