322 Pembelian Bahan Baku dan Alat Alat Penunjang Produksi Pemesanan dan

322 pembelian bahan baku dan alat alat penunjang

This preview shows page 14 - 16 out of 34 pages.

3.2.2 Pembelian Bahan Baku dan Alat-Alat Penunjang Produksi Pemesanan dan pembelian bahan baku serta alat-alat pendukung produksi dilakukan setelah melakukan survei lokasi dan harga pembelian bahan baku. Suplai bahan baku utama PROVID dapat diperoleh dari rumah potong ayam Jl. KebalenWetanJodipan Malang, Jawa Timur. Daun apu-apu banyak ditemukan di pematang sawah dan pada setiap masa tanam padi daun apu-apu akan dibuang begitu saja. Lidah buaya dengan mudah di dapatkan di negara tropis seperti di Indonesia. Bahan lidah buaya dan cuka apel yang kita dapatkan dari daerah Batu Malang. Pembelian dan pencarian bahan baku dilakukan secara kontinu sesuai dengan standar kebutuhan dari produksi PROVID serta memiliki spesifikasi yang sesuai dengan nomor seri BPOM RI. 3.2.3 Penentuan Media Pemasaran Dalam media pemasaran, kami memanfaatkan dua jenis media yang berbeda yaitu media cetak dan media elektronik dengan konsep yang kami buat semenarik mungkin. Dengan media cetak kami mendesain dan membuat banner, pamflet dan stiker sedangkan media elektronik kami memanfaatkan media sosial sebagai media publikasi secara daring (dalam jaringan). Adapun official accounttelah kami buat yang sementara sifatnya masih privasi diantaranya media sosial Line dengan nama PROVID “Beautiful Hair without Risk, media sosial Instagram dengan nama @prov.id dan di Tokopedia dengan nama toko provid.id. Official accountsiap untuk peluncuran pertama produk, media publikasi dan sumber informasi kepada konsumen tentang produk PROVID. 3.3 Pelaksanaan Produksi a.Keratin pada bulu ayam Bulu ayam yang telah didapatkan dari Rumah Potong Ayam yang masih segar dibersihkan dengan metode menurut ASTM (1997). Bulu-bulu basah dikeringkan
Background image
8 dalam oven pada suhu 400oC selama 72 jam. Bulu ayam tersebut dipotong menjadi filamen-filamen kecil menggunakan gunting. Bulu ayam yang telah dikeringkan akan di halusan dengan blender. Bahan yang telah halus akan di simpan didalam boxplastik kedap udara sehingga tahan lama dan terhindar dari kerusakan. a.Daun Apu-apu Daun Apu-apu didapatkan dari persawahan di Batu, Malang. Daun apu-apu segar dicuci dan dikeringkan, kemudian dimasukkan kedalam oven pengering selama 2 jam pada suhu 40oC sampai kering. Setelah kering, daun dihaluskan dengan cara diblender. Kemudian dimaserasi dengan pelarut etanol 96% selama 24 jam. Maserat disaring kemudian dipisahkan dari ampasnya. Ampas diremaserasi kembali sebanyak 3 kali. Seluruh maserat dikumpulkan dan dilakukan freeze dryer dengan hasil akhir berbentuk butiran halus. b.Lidah buaya Lidah buaya segar yang telah didapatkan dari petani akan dicuci bersih dengan air mengalir kemudian di tiriskan. Penirisan lidah buaya dilakukan secara vertical untuk meniriskan resin yang ada didalam lidah buaya. Kupas kulit lidah buaya kemudian daging lidah buaya di potong berbentuk dadu dan di blender hingga halus. Lidah buaya yang telah halus kemudian siap dicampur dengan bahan yang lain.
Background image
Image of page 16

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture