D membentuk perilaku dengan membantu anggota dengan

This preview shows page 12 - 16 out of 47 pages.

d) Membentuk perilaku dengan membantu anggota dengan menyadari atas lingkungannya. Budaya organisasi dapat 12
menjadi alat untuk membuat orang berpikiran sehat dan masuk akal. 2.1.4. Pembentukan Budaya Organisasi Munculnya gagasan-gagasan atau jalan keluar yang kemudian tertanam dalam suatu budaya dalam perusahaan bisa bermula dari mana pun dari perorangan atau kelompok, dari tingkat bawah atau puncak. Dalam pembentukan budaya organisasi diperlukan waktu yang cukup lama untuk bisa sampai diterapkan dalam suatu perusahaan. Ndraha (Mangkunegara, 2008:114) menginventarisir sumber-sumber pembentuk budaya organisasi, diantaranya: a) Pendiri perusahaan b) Pemilik perusahaan c) Sumber daya manusia asing d) Luar perusahaan e) Orang yang berkepentingan dengan perusahaan f) Masyarakat Selanjutnya dikemukakan pula bahwa proses budaya dapat terjadi dengan cara: a) Kontak budaya b) Benturan budaya c) Penggalian budaya 13
Pembentukan budaya tidak dapat dilakukan dalam waktu yang sekejap, namun memerlukan waktu dan bahkan biaya yang tidak sedikit untuk dapat menerima nilai-nilai baru dalam perusahaan. Bagaimana budaya organisasi dibangun dan dipertahankan, menurut Robbins (2008) digambarkan berikut ini: Budaya diturunkan dari filsafat pendirinya. Filsafat tersebut memiliki asumsi, persepsi dan nilai – nilai yang harus diseleksi terlebih dahulu. Seleksi ini bertujuan untuk menentukan kriteria yang sesuai. Hasil seleksi akan menjadi karakteristik budaya organisasi. Setelah adanya karakteristik tersebut manajemen puncak akan menentukan mana yang sesuai untuk dilaksanakan dan mana yang harus dihilangkan. Selanjutnya proses internalisasi kepada karyawan melalui tahapan proses sosialisasi. Keberhasilan proses sosialisasi tergantuk pada tingkat keberhasian mendapatkan kesesuaian dari nilai-nilai yang dimiliki oleh karyawan baru terhadap perusahaan dan metode sosialisasi yang dipilih manajemen puncak dalam mengimplementasikannya. Selain itu juga tergantung pada 14 Manajemen Puncak Filosof Pendiri perusahaan Budaya Organisasi Kriteria Seleksi Sosialisasi
relevansi kepercayaan filosofi para pendiri terhadap kesempatan saat ini dan hambatanhambatan yang menghalangi perusahaan. Nilai-nilai perusahaan yang telah dipahami dan diyakini oleh para karyawan akan menjadi suatu kepribadian perusahaan. Nilai- nilai tersebut akan menjadi acuan keseharian karyawan dalam bekerja, berperilaku dan bertindak sehingga akan menjadi kinerja individu. Dengan didukung oleh SDM, sistem dan teknologi, strategi perusahaan dan logistik, masing-masing kinerja individu yang baik akan menimbulkan kinerja perusahaan yang baik pula. 2.2. Kepuasan Kerja 2.2.1. Pengertian Kepuasan Kerja Terdapat bemacam-macam pengertian atau batasan tentang kepuasan kerja. Pertama, pengertian yang memandang kepuasan kerja sebagai suatu reaksi emosional yang kompleks. Kedua, pengertian yang menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah suatu sikap karyawan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi kerja, kerja sama antar karyawan,

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture