Seseorang yang menginginkan tingkat keuntungan yang

  • No School
  • AA 1
  • 47

This preview shows page 40 - 43 out of 47 pages.

Seseorang yang menginginkan tingkat keuntungan yang tinggi, harus menghadapi risiko yang tinggi pula, begitupun sebaliknya. Dalam investasi dengan tingkat keuntungan yang tinggi di masa lalu, belum tentu mencerminkan bahwa akan memperoleh keuntungan pula di masa yang akan datang. Di reksadana kinerja sebelumnya, bukannya jaminan untuk hasil di kemudian hari. Hasil untuk setiap reksadana hanya untuk
Image of page 40
58 mengindikasikan kinerja pada periode saat itu juga, bukan untuk di masa yang akan datang. Jadi, investor yang beranggapan bahwa reksadana yang memiliki return tinggi di masa lalu dan akan tinggi lagi di kemudian hari, maka investor tersebut akan mengalami kerugian. 2.7.1 Tingkat Pengembalian Pada dasarnya tingkat pengembalian yang diharapkan investor merupakan rata-rata tertimbang dari berbagai return historis yang tercermin dari rata-rata distribusi probabilitas tingkat keuntungan sebagai faktor penimbangan, perumusan expected return dari suatu investasi. Karena data yang diolah merupakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) maka untuk menghitung rasio tingkat pengembaliannya ( return ) adalah seperti yang dirumuskan sebagai berikut: 1 1 NABt NABt NABt Ri harian Ri bulanan Ri Dimana: R i = actual return dari reksa dana i NABt = nilai aktiva bersih reksa dana pada hari ke t NABt-1 = nilai aktiva bersih reksa dana pada hari ke t-1 2.7.2 Risiko Risiko dari suatu investasi diukur dari besarnya nilai penyebaran ( variance ) atau standar deviasi dari tingkat pengembalian yang diharapkan. Makin besar tingkat penyebaran, maka investasi tersebut juga makin berisiko. Tingkat risiko reksadana diukur menggunakan standar deviasi (SD) yaitu nilai yang tersebar disekitar rata-rata , seperti yang dirumuskan sebagai berikut: 1 ) ( 2 2 n Ri i R
Image of page 41