Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut

  • No School
  • AA 1
  • 15

This preview shows page 9 - 12 out of 15 pages.

berpuasa pada ketiga hari tasyrik tersebut. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini: Artinya: Siti Aisyah dan Ibn Umar berkata: "Tidak diperbolehkan berpuasa pada hari-hari Tasyrik, kecuali bagi yang tidak mendapatkan hadyu (hewan sembelihan)" (HR. Bukhari). c. Puasa pada hari yang diragukan (hari syak/hari ragu) Apabila seseorang melakukan puasa sebelum bulan Ramadhan satu atau dua hari dengan maksud untuk hati-hati takut Ramadhan terjadi pada hari itu, maka puasa demikian disebut dengan puasa ragu- ragu dan para ulama sepakat bahwa hukumnya haram. d. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw: Artinya: Rasulullah saw bersabda: "Seseorang tidak boleh mendahului Ramadhan dengan jalan berpuasa satu atau dua hari kecuali bagi seseorang yang sudah biasa berpuasa, maka ia boleh berpuasa pada hari terebut" (HR. Bukhari Muslim). C. Syarat-syarat puasa a. Syarat Wajib Puasa : 1) Beragama islam 2) Baligh dan berakal 3) Suci dari haidh dan nifas (ini tertentu bagi wanita) 4) Kuasa (ada kekuatan). Kuasa disini artinya tidak sakit dan bukan yang sudah tua
Image of page 9
b. Rukun Puasa Rukun puasa ada tiga, dua diantaranya telah disepakati, yaitu waktu dan menahan diri (imsak) dari perkara yang membatalkan, sedangkan rukun satu lainnya masih diperselisihkan yaitu niat. 1. Waktu Waktu dibagi menjadi dua, yaitu waktu wajibnya puasa yakni bulan Ramadhan, dan Waktu menahan diri dari perkara-perkara yang membatalkan puasa yaitu waktu-waktu siang hari bulan ramadhan. Bukan waktu-waktu malamnya. 2. Menahan diri dari perkara yang membatalkan. Meninggalkan segala yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar shidiq hingga terbenam matahari. 3. Niat Niat, yaitu menyengaja puasa ramadhan setelah terbenam matahari hingga sebelum fajar shadiq. Artinya pada malam harinya dalam hati telah tergetar (berniat) bahwa besok harinya akan mengerjakan puasa ramadhan. c. Hal-Hal yang membatalkan puasa 1. Memasukkan sesuatu kedalam lubang rongga badan dengan sengaja. 2. Muntah dengan sengaja. 3. Haid dan Nifas. 4. Jima’ pada siang hari dengan sengaja. 5. Gila walau sebentar. 6. Mabuk atau pinsan sepanjang hari. 7. Murtad d. ada keringanan yang diberikan oleh islam kepada umat muslim untuk tidak berpuasa, yakni mencakup dua golongan : 1. Boleh meninggalkan puasa tetapi wajib mengqadha Yang termasuk dalam golongan ini yaitu : a. Orang yang sedang sakit dan sakitnya akan memberikan mudharat baginya apabila mengerjakan puasa. b. Orang yang berpergian jauh atau musafir sediktnya sejauh 81 KM. c. Orang yang hamil dan di khawatirkan akan mudharat baginya dan kandungannya.
Image of page 10
d. Orang yang sedang menyusui anak yang dapat mengkhawatirkan/memudharatkan baginya dan anaknya. e. Orang yang sedang haid, melahirkan atau nifas. f. Orang-orang yang tidak wajib qadha namun wajib membayar fidyah g. Orang yang sakit dan tidak ada harapan untuk sembuh.
Image of page 11
Image of page 12

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 15 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes