Tinggi rendahnya tingkat pendidikan ibu erat

Info icon This preview shows pages 13–15. Sign up to view the full content.

yang mempunyai pendidikan yang tinggi. Tinggi rendahnya tingkat pendidikan ibu erat kaitannya dengan tingkat pengertian terhadap perawatan kesehatan, higiene, perlunya pemeriksaan kehamilan. Status Kerja Ibu Menurut Leibenstein (1957), mempunyai anak dapat dilihat dari dua segi ekonomi, yaitu segi kegunaannya (utility) dan biaya (cost) yang harus dikeluarkan untuk membesarkan dan merawat anak. Kegunaannya (utility) anak adalah dalam memberikan kepuasan kepada orang tua, dapat memberi transfer ekonomi (misalnya memberikan kiriman uang kepada orang tua pada saat dibutuhkan), atau dapat membantu dalam kegiatan produksi misalnya membantu mengolah tanah pertanian. Anak juga dapat menjadi sumber yang dapat membantu kehidupan orang tua di masa depan (investasi). Sementara itu, pengeluaran untuk
Image of page 13

Info icon This preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

membesarkan anak merupakan biaya (cost) dari kepemilikan anak tersebut. Menurut Leibenstein ini biaya membesarkan anak lebih besar dari pada kegunaannya. Secara ekonomi, hal ini mengakibatkan permintaan terhadap anak menurun dan gilirannya akan menurunkan tingkat fertilitas. Persentase kematian bayi pada ibu yang bekerja sebesar 19,4 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja (17,5%), namun secara statistik tidak terbukti ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan kematian bayi. Hasil analisis tersebut berbeda dengan penelitian yang menyebutkan 54,7 persen bayi lahir dari ibu yang tidak bekerja, dan penelitian lain juga menjelaskan bahwa ibu yang bekerja lebih berisiko 1,8 kali lebih tinggi untuk kematian neonatal.10,5 Pada analisis multivariat variabel pekerjaan ibu tidak masuk sebagai kandidat. Perawatan Kehamilan Tren AKB di Indonesia menurut hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 1991 hingga 2012 menunjukkan penurunan, namun penurunan makin melambat dan masih belum mencapai target Milenium Development Goals (MDG’s). Angka kematian bayi merupakan indikator yang digunakan untuk melihat status kesehatan anak, status kesehatan dan kondisi ekonomi penduduk secara keseluruhan. Kematian bayi adalah kejadian kematian yang terjadi pada periode sejak bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. Kematian bayi dipengaruhi oleh jumlah kematian neonatal. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 melaporkan masalah neonatal mempunyai kontribusi yang tinggi terhadap kematian bayi. Sementara penyebab kematian neonatal antara lain adalah akibat infeksi (pneumonia, tetanus, diare) 36 persen, prematur atau BBLR 27 persen, dan kelainan congenital sebesar tujuh persen. Status kesehatan bayi tersebut sangat terkait dengan beberapa faktor ibu selama hamil dan ibu melahirkan, seperti rendahnya persalinan yang di tolong oleh tenaga kesehatan, rendah pemeriksaan selama hamil, dan juga status gizi ibu hamil yang masih rendah. Hasil survei melaporkan bahwa persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan semakin meningkat, dimana pada tahun 2000 hanya 66,9 persen, namun pada tahun 2007 meningkat menjadi 75,4 persen, dan tahun 2010 menjadi 82,2 persen. Peningkatan tersebut tidak berkorelasi kuat terhadap penurunan angka kematian bayi dan neonatal. Persalinan berdasarkan tempat, 55,4 persen ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, polindes/poskesdes hanya 1,4 persen, dan rumah/lainnya sebesar 43,2 persen. Ibu yang melahirkan di rumah 51,9 persen ditolong oleh bidan dan 40,2 persen ditolong oleh dukun. Hasil ini mengindikasikan masih banyak ibu yang melahirkan dengan pertolongan dukun.
Image of page 14
Image of page 15
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.
  • Spring '17
  • Muhammad Fadli

{[ snackBarMessage ]}

What students are saying

  • Left Quote Icon

    As a current student on this bumpy collegiate pathway, I stumbled upon Course Hero, where I can find study resources for nearly all my courses, get online help from tutors 24/7, and even share my old projects, papers, and lecture notes with other students.

    Student Picture

    Kiran Temple University Fox School of Business ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    I cannot even describe how much Course Hero helped me this summer. It’s truly become something I can always rely on and help me. In the end, I was not only able to survive summer classes, but I was able to thrive thanks to Course Hero.

    Student Picture

    Dana University of Pennsylvania ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    The ability to access any university’s resources through Course Hero proved invaluable in my case. I was behind on Tulane coursework and actually used UCLA’s materials to help me move forward and get everything together on time.

    Student Picture

    Jill Tulane University ‘16, Course Hero Intern