terjadi peningkatan nilai standar deviasi dan luasan wilayah lebih ke utara dan

Terjadi peningkatan nilai standar deviasi dan luasan

This preview shows page 5 - 7 out of 14 pages.

terjadi peningkatan nilai standar deviasi dan luasan wilayah lebih ke utara dan barat jika dibandingkan Tahun 1994, yaitu mencapai perairan Sibolga (standar deviasi:1,02 0 C). Tahun 2006, standar deviasi SPL tertinggi (1,01 0 C) berada di perairan selatan Jawa Barat. Kejadian IODM positif kuat 1994 dengan nilai standar deviasi SPL paling tinggi, menandakan efek penurunan SPL yang paling tinggi dibandingkan 1997 dan 2006, diduga karena fasenya berlangsung lebih lama (indeks DMI positif selama 11 bulan) (Tabel 1). Adapun kejadian IODM positif 1997 yang memiliki sebaran massa air dengan standar deviasi tinggi lebih luas, mengindikasikan di wilayah Samudera Hindia timur nilai SPL lebih berfluktuatif dibandingkan 1994 dan 2006. Tersebar luasnya massa air dengan standar deviasi Tahun 1997 dampak dari fase El Niño kuat yang berlangsung bersamaan dengan IODM positif kuat. Pada Gambar 3 terlihat wilayah selatan Jawa Barat dan barat Bengkulu/Lampung lebih berfluktuasi J. Segara Vol. 9 No. 1 Agustus 2013: 23-35 (nilai simpangan bakunya lebih tinggi) dibandingkan dengan wilayah Samudera Hindia timur lainnya, mengindikasikan bahwa di wilayah perairan ini terdapat low temperature core yang menandakan upwelling . Nilai sebaran SPL rerata tahunan dan besaran standar deviasinya di barat Sumatera dan selatan Jawa Barat pada fase IODM positif 1994-2009 ditampilkan dalam Tabel 2. Pola perbandingannya secara grafis ditampilkan pada Gambar 4. Dalam Tabel 2 dan Gambar 4 terlihat nilai sebaran SPL terendah terjadi pada 1994, menandakan pada fase ini nilai sebaran SPL lebih rendah dibandingkan fase IODM positif kuat in-phase El Niño kuat (1997) dan IODM positif kuat berasosiasi El Niño lemah (2006). IODM dinyatakan intensitasnya kuat jika indeks DMI ≥2; sedang jika indeks DMI 1-2; lemah jika indeks DMI ≤ 1.Dipole mode negatif dinyatakan kuat jika indeks DMI ≥ (- 2); sedang (-1) - (-2); dan lemah jika indeks DMI ≤ (-1). Secara geografis, nilai sebaran SPL semakin rendah ke arah selatan dan semakin tinggi ke arah utara, demikian juga halnya dengan nilai standar deviasinya. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh IODM di perairan barat Sumatera semakin kuat ke arah selatan, terkait dengan pusat anomali SPL sebagai indikator kejadian IODM dan penghitungan indeks DMI ( Dipole Mode Index ) seperti dikemukakan Saji et al. (1999). Sebaran Spasial dan Temporal Pola sebaran spasial dan temporal SPL fase IODM positif kuat 1994, 1997 dan 2006 ditampilkan pada 26 Sebaran spasial standar deviasi sebaran spasial rata – rata SPL pada Tahun (a) 1994 (b) 1997 dan (c) 2006. Gambar 3.
Image of page 5
Karakteristik Suhu Permukaan Laut...di Barat Sumatera dan Selatan Jawa Barat (Amri, K., et al.) 27 citra Gambar 5 (a-b-c). Secara umum nilai sebaran SPL fase IODM positif jauh lebih rendah dibandingkan fase IODM negatif. Menurut musim, nilai sebaran SPL terendah ditemukan musim timur (Juni-Juli- Agustus) dan musim peralihan II (September-Oktober- November), nilai sebaran SPL tertinggi ditemukan pada musim peralihan I (Maret-Mei) dan musim barat (Desember-Januari-Februari). Dinginnya massa air permukaan laut pada musim timur, disebabkan oleh intensitas tiupan angin muson tenggara yang
Image of page 6
Image of page 7

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 14 pages?

  • Spring '20

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes