Jika distribusi dari nilai nilai residual tersebut tidak dapat dianggap

Jika distribusi dari nilai nilai residual tersebut

This preview shows page 20 - 26 out of 27 pages.

yang normal. Jika distribusi dari nilai-nilai residual tersebut tidak dapat dianggap berdistribusi normal, maka dikatakan ada masalah terhadap asumsi normalitas. 3.7.3 Uji Heteroskedatisitas Menurut Ismail (2018) uji heterosdekasitisitas merupakan uji untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi dalam penelitian terjadi ketidaksamaan varian dari residual yang di amati. 3.7.4 Koefisien Determinasi Menurut Nawari (2010) koefisien determinasi merupakan kekuatan pengaruh dan hubungan antara variabel penduga terhadap variabel bergantung, koefisien determinasi menyatakan proporsi keragaman pada variabel bergantung yang mampu dijelaskan oleh variabel penduganya. Nilai koefisien determinasi dihitung dengan rumus KD = r 2 x 100% Keterangan : KD = Koefisien Determinasi r = Koefisien korelasi variabel bebas dengan terikat
Image of page 20
Menurut Nealoka (2014) hubungan dalam korelasi akan menghasilkan makna kekuatan, signifikasi, dan arah hubungan kedua variabel yang diteliti. Untuk melihat kekuatan koefisien korelasi didasarkan pada jarak yang berkisar antara 0 – 1. Untuk melihat signifikansi hubungan digunakan angka signifikansi / probabilitas / alpha. Untuk melihat arah korelasi dilihat dari angka koefisien korelasi yang menunjukan positif atau negatif. Sebagai pedoman untuk menginterpretasikan koefisien korelasi, peneliti menggunakan tabel berikut : Tabel 3.2 Interpretasi Kekuatan Hubungan Antar Variabel Sumber :Neolaka (2014) 3.8 Uji T Menurut Silalahi (2017) bahwa uji t dilakukan untuk menentukan perbedaan signifikan antara nilai-nilai suatu sampel dengan parameter populasinya. Pengujian hipotesis berdasarkan t tabel. Untuk menentukan t tabel, maka dapat dilihat pada tabel statistik pada signigikansi 0,05 2 = 0,025 dengan derajat kebebasan (df) n(jumlah responden) – 2. Maka dari itu didapatkan kriteria pengujian sebagai berikut : 1. Jika t hitung < t tabel maka H 0 diterima. 2. Jika t hitung > t tabel maka H 0 ditolak. Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 Tidak ada korelasi >0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 0,999 Sangat Kuat 1,00 Korelasi Sempurna
Image of page 21
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Karakteristik responden 4.1.1. Karateristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 4.1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia 4.1.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat pendapatan 4.1.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan 4.2. Hasil Penelitian 4.2.1. Analisis Deskriptif 4.2.1.1 Tanggapan Responden Terhadap Creative Promotion 4.2.1.2 Tanggapan Responden Terhadap Keputusan Pembelian 4.2.2 Uji Asumsi Klasik 4.2.2.1. Uji Normalitas 4.2.2.2. Uji Heteroskedastisitas 4.2.3 Analisis Regresi Linear Sederhana 4.2.4 Uji Koefisien Determinasi 4.2.5 Uji Hipotesis 4. 3 Pembahasan Hasil Penelitian
Image of page 22
BAB V Kesimpulan dan Saran 5.1. Kesimpulan 5.2 Saran 5.2.1. Aspek Praktis 5.2.2 Aspek Teoritis
Image of page 23
Image of page 24
Kuesioner ANALISIS PENGARUH CREATIVE PROMOTION PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK RITEL FASHION (Studi Kasus pada Konsumen Uniqlo Co., Ltd.) Kriteria Responden Petunjuk pengisian: Jawablah dengan melingkari salah satu jawaban dengan memberi tanda lingkaran (o) pada jawaban yang paling sesuai menurut pendapat anda 1. Jenis kelamin : a. Laki – laki b. Perempuan 2.
Image of page 25
Image of page 26

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 27 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture