Penggunaan tim yang ektensif menciptakan potensi bagi

This preview shows page 12 - 15 out of 15 pages.

Penggunaan tim yang ektensif menciptakan potensi bagi organisasi untuk menghasilkan outputyang lebih besar tanpa peningkatan dalam input.Contoh perbedaan kelompok dan tim, sebagai berikut:KELOMPOKTIMAnggota beranggapan pengelompokan hanyasekedar administrasi.Pendekatan hanya sebagai tenaga bayaran.Anggota menyadari ketergantungan satusama lain,dan tidak mencari keuntunganpribadi.
Mengerjakan tugas bagian masing-masingmasih harus diperintah.Dalam penyampaian saran harus berhati-hati,karena dapat dianggap sebagai upaya untukmemecah belah.Dalam penerapan hasil kerja sangat dibatasioleh pemimpin.Anggota tidak berperan aktif terhadappengambilan keputusanAdanya komitmen terhadap sasaran yangakan dicapai.Rasa peka, atau sadar diri terhadap tugasmasing-masing, yang dapat dikontribusikanuntuk keberhasilan.Bekerja dalam suasana saling percaya, sarandapat diterima dengan terbuka.Penerapan hasil kerja sangat didukung olehtim.Anggota berpartisipasi dalam pengambilankeputusan.BAB IIIPENUTUPIII. KesimpulanKelompok (group) menurut Robbins (1996) mendefinisikan kelompok sebagaidua individu atau lebih, yang berinteraksi dan salin bergantung, yang saling bergabung untukmencapai sasaran-sasaran tertentu. Sementara menurut Gibson, memandang berdasarkan 4kelompok perspektif, yaitu:(1). Dari sisi persepsi, yang mengutamakan interaksi. (2). Dari sisiorganisasi, yang menganggap kelompok adalah sistem organisasi. (3). Dari sisi motivasi, setiapindividu wajib menghargai satu sama lain. (4). Dari sisi interaksi, penekanan pada interaksipersonal yaitu komunikasi dengan cara tatp muka. Melalui beberapa pandangan tersebut, Gibsonmenyimpulkan bahwa yang disebut kelompok itu adalah kumpulan individu dimana perilaku danatau kinerja satu anggota dipengaruhi oleh perilaku dan atau prestasi anggota yang lainnya.
Pembentukan kelompok dalam sebuah organisasi baik sengaja ataupun tidak sengaja,diperlukan bagi organisasi. Kelompok yang sengaja dibentuk oleh organisasi contonya adalahkelompok formal.Kelompok formalterbentuk karena adanya struktur organisasi. Organisasimempunyai persyaratan teknis yang timbul dari tujuannya, pencapaian tujuan tersebutmemerlukan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Akibatnya pembentukan anggota kelompokdidasarkan posisi mereka dalam organisasi. Sedangkan pembentukan kelompok secara tidaksengaja adalah kelompok informal. Di dalam organisasikelompok informalmuncul melaluiinteraksi para anggota organisasi. Perkembangan kelompok ini berhubungan dengan normaperilaku mereka sendiri. Tipe-tipe kelompok formal adalah (1). Kelompok Komando(commandogroup); (2). Kelompok Tugas(task group). Tidak hanya kelompok formal yang memiliki tipekelompok, kelompok informal juga terdiri dari: (1). Kelompok kepentingan(interest group); (2)kelompok persahabatan(friendship group).

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

End of preview. Want to read all 15 pages?

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Term
Fall
Professor
Dr. Meutia
Tags

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture