D PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI PELAKSANAAN HUKUM Dalam suatu negara

D pancasila sebagai paradigma reformasi pelaksanaan

This preview shows page 6 - 9 out of 9 pages.

D. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI PELAKSANAAN HUKUM Dalam suatu negara, baiknya suatu peraturan perundang-undangan namun tidak disertai dengan jaminan pelaksanaan hukum yang baik niscaya reformasi hukum akan menjadi sia-sia belaka. Integritas dan moralitas para aparat penegak hukum dengan pendirinya harus memiliki landasan nilai-nilai serta norma yang bersumber pada filosofi negara. Reformasi pada dasarnya untuk mengembalikan hakikat dan fungsi negara pada tujuan semula yaitu melindungi seluruh bangsa dan tumpah darah. Negara pada hakikatnya secara formal harus melindungi hak-hak warganya terutama hak kodrat sebagai suatu hak asasi yang merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia adalah sebagai pengingkaran terhadap dasar filosofis negara, misalnya pembungkaman demokrasi, penculikan pembatasan pendapat, berserikat, berunjuk rasa dan lain sebagainya dengan sendirinya hal ini harus disertai dengan tanggung jawab atas kepentingan bersama. Reformasi pada hakikatnya untuk mengembalikan negara pada kekuasaan rakyat. Dalam pelaksanaan hukum harus mengembalikan negara pada supremasi hukum yang didasarkan atas kekuasaan yang berada pada rakyat. Pelaksanaan peraturan perundang-undangan harus mendasarkan pada terwujudnya atas jaminan bahwa dalam suatu negara kekuasaan ada di tangan rakyat. Pelaksanaan hukum harus mampu mewujudkan jaminan atas terwujudnya keadilan, dalam suatu negara yaitu keseimbangan antara hak dan wajib bagi setiap warga negara tidak memandang pangkat, jabatan, golongan, etnis maupun agama. Konsekuensinya dalam 7
Image of page 6
pelaksanaan hukum, aparat penegak hukum terutama pihak kejaksaan harus benar-benar bersih dari praktik KKN. 8
Image of page 7
BAB III KESIMPULAN Yang dimaksud dengan paradigma yaitu suatu asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai), sehingga merupakan suatu sumber hukum-hukum, metode, serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. Pancasila sebagai paradigma dimaksudkan bahwa pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerakngaka-acuan berfikir, pola acuan berfikir, atau jelasnya sebagai sistem nilai yang dijadikan kerakngaka landasan, kerangka cara, dan sekaligus kerangka arah atau tujuan bagi yang menyandangnya. Bahwa nilai-nilai, arti atau makna yang terdapat dalam sila pancasila merupakan landasan kerangka berfikir untuk mencapai tujuan bersama sehingga layak disebut sebagai paradigma dalam pembangunan, lebih khususnya dalam pembangunan hukum. Pelaksanaan atau implementasi dari paradigma tersebut sudah diimplementasikan dalam pembentukan UUD 1945. 9
Image of page 8
DAFTAR PUSTAKA Dr. Kaelan, M.S. 2004. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma - pendidikan-pancasila.html 10
Image of page 9

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 9 pages?

  • Winter '18
  • Nufikha Ulfah

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes