L 1 lampiran a informatif bagan proporsi rth kawasan

This preview shows page 72 - 78 out of 84 pages.

L - 1 LAMPIRAN A (informatif) BAGAN PROPORSI RTH KAWASAN PERKOTAAN (ilustrasi) RUANG PERKOTAAN TERBANGUN TERBUKA HUNIAN (40%) NON HUNIAN (20%) TAMAN (12.5%) JALAN (20%) LAINNYA (7.5%) KDB (80%) KDB (90%) KDB (0%) KDB (70%) KDB (80%) RTH (8%) RTH (2%) RTH (12,5%) RTH (6%) RTH (1,5%) RTH PRIVAT 10% RTH PUBLIK 20% RTH KOTA 30%
L - 2 LAMPIRAN B (informatif) GAMBAR CONTOH RTH TAMAN Gambar B.1 Contoh 1 Taman Rukun Tetangga (RT) Gambar B.2 Contoh 2 Taman Rukun Tetangga (RT)
L - 3 Gambar B.3 Contoh Taman Rukun Warga (RW) Gambar B.4 Contoh Taman Kelurahan
L - 4 Gambar B.5 Contoh Taman Kelurahan Gambar B.6 Contoh Taman Kecamatan
L - 5 LAMPIRAN C (informatif) CONTOH PERHITUNGAN HUTAN KOTA (RTH) C.1 Contoh Perhitungan Kebutuhan Hutan Kota (RTH) Berdasarkan Kebutuhan Air Kebutuhan air dalam kota bergantung dari faktor: a) kebutuhan air bersih per tahun; b) jumlah air yang dapat disediakan oleh PAM; c) Potensi air saat ini; d) Kemampuanhutan kota menyimpan air. Faktor di atas dapat ditulis dalam persamaan: dengan: La adalah luas hutan kota yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan air (Ha) P o adalah jumlah penduduk kota pada tahun ke 0 K adalah konsumsi air per kapita (liter/hari) R adalah laju peningkatan pemakaian air (biasanya seiring dengan laju pertambahan penduduk kota setempat) C adalah faktor koreksi (besarnya tergantung dari upaya pemerintah dalam penurunan laju pertambahan penduduk) PAM adalah kapasitas suplai air oleh PAM (dalam m 3 /tahun) t adalah tahun ke Pa adalah potensi air tanah saat ini (m 3 /th) z adalah kemampuan hutan kota dalam menyimpan air (m 3 /ha/th) Contoh perhitungan: Suatu kota dengan luas 2.450 ha, memiliki penduduk pada tahun 2005 sebanyak 203.000 jiwa. Konsumsi air per kapita adalah 65 m 3 /th. Kapasitas air PAM terpasang 6,3 jt m 3 /th. Potensi air tanah 662.256 m 3 /th. Kemampuan hutan kota menyimpan air 73.000 m 3 /ha/th. Dengan kondisi seperti tersebut di atas, persamaan kebutuhan hutan kota pada tahun 0 (2005) adalah sebagai berikut: Kebutuhan hutan kota = 142 ha (5,8%) La = P o .K (1 + R – C) t – PAM - Pa z Lt = 65. (203.000) – 6.307.200 – 662.256 73.000 = 142 ha
L - 6 C.2 Contoh Perhitungan Kebutuhan Hutan Kota Berdasarkan Kebutuhan Oksigen Luasan kebutuhan hutan kota berdasarkan kebutuhan oksigen, dapat juga dilakukan dengan metode Gerakis (1974), yang dimodifikasi dalam Wisesa (1988), dengan rumus: Pt + Kt + Tt Lt = m 2 (54 )(0,9375 )(2) dengan: Lt adalah luas RTH Kota pada tahun ke t (m 2 ) Pt adalah jumlah kebutuhan oksigen bagi penduduk pada tahun ke t Kt adalah jumlah kebutuhan oksigen bagi kendaraan bermotor pada tahun ke t Tt adalah jumlah kebutuhan oksigen bagi ternak pada tahun ke t 54 adalah tetapan yan menunjukan bahwa 1 m 2 luas lahan menghasilkan 54 gram berat kering tanaman per hari. 0,9375 adalah tetapan yang menunjukan bahwa 1 gram berat kering tanaman adalah setara dengan produksi oksigen 0,9375 gram 2 adalah jumlah musim di Indonesia Contoh perhitungan dengan menggunakan rumus Gerakis (1974) dalam Wisesa (1988), dengan kasus di Kota Bandung (Noor Syailendra, 2005): Tabel C.1 Kebutuhan Oksigen Manusia di Kota Bandung Tahun 2004 Wilayah Pengembangan (WP) Jumlah Penduduk (Jiwa) Konsumsi Oksigen Manusia/Hari (gram/hari) Komsumsi Oksigen (gram/hari) Bojonagara 424.300 840 365.412.000 Cibeunying 505.609 424.711.560 Karees 474.624 397.004.160

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture