Ibu hamil dan bersalin a intervensi pada 1000 hari

This preview shows page 19 - 21 out of 27 pages.

Ibu Hamil dan Bersalin a. Intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan b. Mengupayakan jaminan mutu antenatal care (ANC) terpadu c. Meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan d. Menyelenggarakan program pemberian makanan tinggi kalori, protein, dan mikronutrien (TKPM) e. Deteksi dini penyakit (menular dan tidak menular) f. Pemberantasan kecacingan g. Meningkatkan transformasi Kartu Menuju Sehat (KMS) ke dalam Buku KIA h. Menyelenggarakan konseling Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI eksklusif; dan i. Penyuluhan dan pelayanan KB. 2. Balita a. Pemantauan pertumbuhan balita b. Menyelenggarakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita c. Menyelenggarakan stimulasi dini perkembangan anak; dan d. Memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. 3. Anak Usia Sekolah a. Melakukan revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) b. Menguatkan kelembagaan Tim Pembina UKS c. Menyelenggarakan Program Gizi Anak Sekolah (PROGAS); dan d. Memberlakukan sekolah sebagai kawasan bebas rokok dan narkoba.
Image of page 19
Menurut WHO, upaya pencegahan pada stunting dapat dimulai sejak remaja. Remaja putri dapat mulai diberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi saat remaja. Pemenuhan nutrisi saat remaja dapat mencegah terjadinya gizi yang kurang saat masa kehamilan. Nutrisi yang adekuat saat kehamilan dapat mencegah terjadinya pertumbuhan yang terhambat pada janin yang dikandung. Selain itu, pencegahan stunting juga difokuskan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu pada Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Anak 0-23 bulan. Periode 1.000 HPK merupakan periode yang efektif dalam mencegah terjadinya stunting karena merupakan periode yang menentukan kualitas kehidupan. Pada 1.000 HPK anak akan mengalami masa “Periode Emas” dimana pertumbuhan anak akan berlangsung cepat. Oleh karena itu, pada periode ini cakupan gizi harus terpenuhi mulai dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pertama setelah bayi dilahirkan. Namun, menurut WHO pencegahan terjadinya stunting tidak hanya dimulai saat 1.000 HPK, melainkan dimulai saat remaja dengan memperbaiki gizi saat remaja. 2 Pencegahan yang dilakukan pada ibu hamil juga dapat dilakukan dengan memperbaiki gizi ibu hamil. Perbaikan gizi yang dapat dilakukan saat kehamilan yaitu dengan memberikan tablet tambah darah minimal 90 tablet saat kehamilan. 5 Meningkatkan praktek menyusui juga merupakan salah satu tindakan untuk mencegah terjadinya stunting. Inisiasi menyusui dini dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi gastrointestial. 2 Program Pemerintah Sesudah bayi berusia 6 bulan, walaupun ketentuannya masih harus menyusui sampai usia 2 tahun, bayi memerlukan makanan pendamping agar pemenuhan gizi untuk tumbuh dapat terpenuhi. WHO/UNICEF dalam ketentuannya mengharuskan bayi usia 6-23 bulan dapat MPASI yang adekuat dengan ketentuan dapat menerima minimal 4 atau lebih dari 7 jenis makanan (serealia/umbi-umbian, kacang-kacangan, produk olahan susu, telur, sumber protein lainnya, sayur dan buah kaya vitamin A, sayur dan buah lainnya-Minimum Dietary Diversity/MMD).
Image of page 20
Image of page 21

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 27 pages?

  • Fall '19
  • Test

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture