Analisa kinerja keuangan menurut munawir 201030

  • No School
  • AA 1
  • sofiirma79
  • 13

This preview shows page 8 - 12 out of 13 pages.

ANALISA KINERJA KEUANGAN Menurut Munawir (2010:30), kinerja keuangan perusahaan merupakan satu diantara dasar penilaian mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dilakukan berdasarkan analisa terhadap rasio keuangan perusahaan. Pihak yang berkepentingan sangat memerlukan hasil dari pengukuran kinerja keuangan perusahaan untuk dapat melihat kondisi perusahaan dan tingkat keberhasilan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.
ANALISA RASIO KEUANGAN Menurut Harahap (2009:297), rasio keuangan merupakan angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu akun laporan keuangan dengan akun lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan. Menurut Riyanto (2010:331), umumnya rasio dapat dikelompokkan dalam 4 (empat) tipe dasar, yaitu : 1. Rasio Likuiditas , adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya. 2. Rasio Leverage , adalah rasio yang mengukur seberapa jauh perusahaan dibelanjai dengan hutang. 3. Rasio Aktivitas , adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumber dananya. 4. Rasio Profitabilitas , adalah rasio yang mengukur hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan keputusan-keputusan. RINGKASAN RASIO KEUANGAN Berdasarkan data Neraca dan Laporan Rugi Laba di atas, dan setelah dilakukan penghitungan rasio keuangan, diperoleh ringkasan sebagai berikut: Dari ringkasan rasio keuangan di atas, dapat disimpulkan bahwa :
Perusahaan mampu meningkatkan likuiditas perusahaan dengan cara menaikan laba ditahan. Keamanan kreditor lebih baik, dan memudahkan perusahaan dalam memperoleh pinjaman dari pihak ketiga bila diperlukan Kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset untuk mendapatkan penjualan menurun dibanding tahun lalu Kemampuan perusahaan dalam meraih margin keuntungan menurun dibanding tahun lalu Kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset untuk meraih laba bersih menurun dibanding tahun lalu Kemampuan perusahaan dalam meningkatkan pengembalian modal pemilik menurun dibanding tahun lalu Berikut rincian analisa rasio keuangan: 1. RASIO LIKUIDITAS Kemampuan Perusahaan dalam menutup utang jangka pendeknya Caranya adalah membandingkan antara AL (Aset Lancar) dengan KL (kewajiban Lancar), bila AL melebihi dari KL, artinya keuangan perusahaan memiliki kemampuan dalam menutup utang jangka pendeknya. Cara ini disebut Rasio Lancar (Current Ratio). Rasio Lancar (Current Ratio) = AL : KL Rasio Lancar 2015 = 90,120,847 : 61,734,197 = 1,45 Rasio Lancar 2016 = 96,698,632 : 56,604,822 = 1,71 Kemampuan Perusahaan dalam menutup utang jangka pendeknya secara cepat Rasio Cepat (Quick Ratio) = (AL-Persediaan) : KL Rasio Cepat 2015 = (90,120,847 – 26,627,729) : 61,734,197 = 1,03 Rasio Cepat 2016 = (96,698,632 – 30,672,422) : 56,604,822 = 1,66
Rasio likuiditas perusahaan tahun 2016 dibanding tahun tahun 2015 terjadi kenaikan yang cukup baik. Walaupun hasil usaha menurun, likuiditas tetap ditingkatkan, dengan membentuk cadangan umum atau laba ditahan lebih besar.

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture