Misalkan saldo rekening di bawah ini muncul pada buku PT XYZ dan cabang tanggal

Misalkan saldo rekening di bawah ini muncul pada buku

This preview shows page 10 - 13 out of 32 pages.

Misalkan saldo rekening di bawah ini muncul pada buku PT XYZ dan cabang tanggal 31 Desember 2008 sebelum penyesuaian: Buku Kantor Pusat Cabang Malang Rp. 250.000.000 debit Pengiriman ke Cabang Malang Rp. 200.000.000 kredit Laba belum direalisasi Cabang Malang Rp. 50.000.000 kredit Buku Kantor Cabang Malang Penjualan Rp. 400.000.000 kredit Pengiriman dari Kantor Pusat Rp. 250.000.000 debit Biaya Rp. 70.000.000 debit Kantor Pusat Rp. 250.000.000 kredit 119
Image of page 10
Apabila cabang Malang tanggal 31 Desember 2008 mempunyai persediaan akhir pada harga transfer sebesar Rp. 35.000.000, maka laba untuk periode tersebut adalah Rp. 115.000.000 (penjualan Rp. 400.000.000 dikurangi harga pokok penjualan Rp. 215.000.000 dan biaya Rp. 70.000.000). Ayat jurnal penutup pada cabang: HPP : Persediaan awal 0 Pembelian 0 Pengiriman dari Pusat Rp. 250.000.000 ----------------------- Barang yang Tersedia Rp. 250.000.000 Persediaan Akhir Rp. (35.000.000) ----------------------- HPP Rp. 215.000.000 Penjualan Rp. 400.000.000 Persediaan 31 Desember 2008 35.000.000 Pengiriman dari Kantor Pusat Rp. 250.000.000 Biaya 70.000.000 Kantor Pusat 115.000.000 Untuk menutup akun nominal dan menstransfer saldo ke akun kantor pusat Informasi ini digunakan oleh kantor pusat untuk mencatat laba cabang: Cabang Malang Rp. 115.000.000 Laba Cabang Malang Rp. 115.000.000 Mencatat laba cabang dan memperbarui akun cabang Kantor pusat juga menyesuaikan rekening laba belum direalisasinya untuk mendapatkan Rp. 7.000.000 laba yang belum direalisasi pada persediaan akhir cabang [Rp. 35.000.000 – (Rp. 35.000.000/125%) = Rp. 7.000.000] Laba belum direalisasi Cabang Malang Rp. 43.000.000 Laba Cabang Malang Rp. 43.000.000 Untuk menyesuaikan akun laba belum direalisasi (Rp. 50.000.000 – Rp. 7.000.000) dan laba cabang 120
Image of page 11
Setelah ayat jurnal ini dibukukan, akun laba belum direalisasi akan memiliki saldo Rp. 7.000.000, sama dengan saldo laba yang belum direalisasi pada persediaan Cabang Malang. Rekening laba Cabang Malang menunjukkan saldo Rp. 158.000.000. Jumlah ini merupakan laba cabang berdasarkan harga pokok. Perhitungannya adalah: Penjualan Rp. 400.000.000 Pengiriman ke cabang Rp. 200.000.000 Dikurangi : Persediaan (harga pokok) 28.000.000 Rp. 172.000.000 Laba kotor Rp. 228.000.000 Biaya lain-lain Rp. 70.000.000 Laba Cabang Rp. 158.000.000 Dengan menambahkan Rp. 158.000.000 laba cabang ke laba kantor pusat, maka jumlah totalnya adalah laba bersih gabungan untuk perusahaan itu. Walaupun jurnal akhir tahun untuk tahun-tahun berikutnya intinya sama seperti yang dijelaskan di atas, namun akan ada perbedaan karena cabang akan memiliki persediaan awal pada harga transfer, dan kantor pusat akan memiliki saldo awal pada rekening “laba yang belum direalisasi“ pada persediaan awal cabang. b. Alokasi Biaya Kantor Pusat dan Cabang Alokasi biaya antara kantor pusat dan cabang biasanya diperlukan untuk mendapatkan pengukuran yang akurat mengenai laba dari tiap- tiap unit perusahaan. Biaya promosi, misalnya, bisa berhubungan dengan kegiatan penjualan kantor pusat, atau kegiatan penjualan satu atau lebih cabang. Apabila biaya promosi ini dibayar oleh kantor pusat, maka biaya promosi yang berhubungan dengan penjualan cabang harus dibebankan ke cabang (Beams et al, 2000: 447).
Image of page 12
Image of page 13

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture