Semen kelas A ini digunakan dari kedalaman 0 permukaan sampai 6000 ft Semen ini

Semen kelas a ini digunakan dari kedalaman 0

This preview shows page 38 - 41 out of 72 pages.

Semen kelas A ini digunakan dari kedalaman 0 (permukaan) sampai 6.000 ft. Semen ini terdapat dalam tipe biasa ( ordinary type ) saja, dan mirip dengan semen ASTM C-150 tipe I. Semen Kelas B. Semen kelas B digunakan dari kedalaman 0 sampai 6.000 ft,dan tersedia dalam jenis yang tahan terhadap kandungan sulfat menengah dan tinggi (moderate 22
Image of page 38
dan high sulfate resistant). Semen Kelas C. Semen kelas C digunakan dari kedalaman 0 sampai 6.000 ft, dan mempunyai sifat high-early strength (proses pengerasannya cepat). Semen ini tersedia dalam jenis moderate dan high sulfate resistant. Semen Kelas D. Semen kelas D digunakan untuk kedalaman dari 6.000 ft sampai 12.000 ft, dan untuk kondisi sumur yang mempunyai tekanan dan temperatur tinggi. Semen ini tersedia juga dalam jenis moderate dan high sulfate resistant. Semen Kelas E. Semen kelas E digunakan untuk kedalaman dari 6.000 ft sampai 14.000 ft, dan untuk kondisi sumur yang mempunyai tekanan dan temperatur tinggi. Semen ini tersedia juga dalam jenis moderate dan high sulfate resistant. Semen Kelas F. Semen kelas F digunakan dari kedalaman 10.000 ft sampai 16.000 ft, dan untuk kondisi sumur yang mempunyai tekanan dan temperatur sangat tinggi. Semen ini tersedia dalam jenis high sulfate resistant. Semen Kelas G. Semen kelas G digunakan dari kedalaman 0 sampai 8.000 ft, dan merupakan semen dasar. Bila ditambahkan retarder semen ini dapat dipakai untuksumur yang dalam dan range temperatur yang cukup besar. Semen ini tersedia dalam jenis moderate dan high sulfat resistant. Semen Kelas H. Semen kelas H digunakan dari kedalaman 0 sampai kedalaman 8.000 ft, dan merupakan pula semen dasar. Dengan penambahan accelerator dan retarder, semen ini dapat digunakan pada range kedalaman dan temperatur yang besar. Semen ini hanya tersedia dalam jenis moderate sulfate resistant. II.2.3.2 Adiktif Pada Semen Sistem semen Portland ada yang di desain sampai temperatur 371oC (700oF), misalnya untuk sumur-sumur geothermal. Juga ada yang didesain untuk tekanan 30.000 psi, misalnya untuk sumur-sumur yang dalam. Kondisi sumur ini 23
Image of page 39
memang mempengaruhi dalam pemilihan jenis semen namun sangat jarang memilih bubuk semen hanya tergantung dari kondisi sumur saja (seperti temperatur, tekanan dan kedalaman ). Ada faktor-faktor lainnya yang turut mempengaruhi dalam pembuatan suspensi semen, seperti waktu dan harga. Selain itu pembuatan suspensi semen harus memperhatikan juga sifat dari suspensi semen tersebut. Oleh karena itu perlu ditambah ke dalam 'net semen' (suspensi semen yang hanya terdiri dari bubuk semen dan air) suatu zat-zat kimia agar dicapai hasil penyemenan yang diinginkan. Zat-zat kimia tersebut dikenal sebagai aditif. Hingga saat ini lebih dari 100 aditif telah dikenal. Namun umumnya aditifaditif itu dapat dikelompokkan dalam 8 kategori, yaitu: 1) Accelerator.
Image of page 40
Image of page 41

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 72 pages?

  • Fall '13

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture