Bila kuat medannya melebihi batas kritis gejala akan

Bila kuat medannya melebihi batas kritis gejala akan

This preview shows page 2 - 4 out of 4 pages.

(asalkan kuat medannya tidak terlalu tinggi) oleh superkonduktor. Bila kuat medannya melebihi batas kritis, gejala superkonduktivitasnya akan menghilang. Maka pada superkonduktor tipe I akan terus – menerus menolak medan magnet yang diberikan hingga mencapai medan magnet kritis. Kemudian dengan tiba-tiba bahan akan berubah kembali ke keadaan normal. Superkonduktor tipe I hanya mempunyai satu harga medan magnet kritis (Hc). Jika medan magnet luar yang dikenakan pada superkonduktor berharga lebih kecil dari Hc, maka terjadi efek Meissner sempurna dan jika lebih besar dari Hc, maka fluks magnet luar akan menerobos masuk ke dalam bahan superkonduktor sehingga fenomena superkonduktivitas menghilang. Yang termasuk jenis bahan superkonduktor I yaitu Pb, Ag dan Sn yang menyalurkan arus pada permuakaannya sampai kedalaman 10 – 4 mm pada medan magnet hingga setinggi-tingginya adalah kuat medan magnet Nb dan paduan Pb. Pada  bahan superkonduktor jenis I yang menghantarkan arus tetap akan menimbulkan medan magnet tanpa kerugian karena medan listriknya di semua tempat adalah nol. Superkonduktor tipe 1 terdiri dari logam dan metaloid yang menunjukkan  beberapa sifat konduktivitas di suhu ruangan. Superkonduktor tipe 1 ini membutuhkan suhu yang sangat dingin agar menjadi superkonduktif. Saat menjadi superkonduktif, tipe 1 ini akan menghasilkan sifat diamagnetik yang kuat. Di bawah ini adalah beberapa nama superkonduktor tipe 1. Timbal (Pb) (menjadi superkonduktif di suhu 7,196 K) Lantanum (La) (menjadi superkonduktif di suhu 4,88 K) Tantalum (Ta) (menjadi superkonduktif di suhu 4,47 K) Air raksa (Hg) (menjadi superkonduktif di suhu 4,15 K)
Image of page 2
Timah (Sn) (menjadi superkonduktif di suhu 3,72 K) Indium (In) (menjadi superkonduktif di suhu 3,41 K) Paladium (Pd) (menjadi superkonduktif di suhu 3,3 K) Krom (Cr) (menjadi superkonduktif di suhu 3 K) Aluminium (Al) (menjadi superkonduktif di suhu 1,175 K) Seng (Zn) (menjadi superkonduktif di suhu 0,85 K) Platina (Pt) (menjadi superkonduktif di suhu 0,0019 K)  b) Tipe II Pada tahun 1960-an lahirlah keluarga superkonduktor tipe II, yang biasanya  berupa kombinasi unsur molybdenum (Mo), niobium (Nb), timah (Sn), vanadium (V), germanium (Ge), indium (In) atau galium (Ga). Sebagian merupakan senyawa, sebagian lagi merupakan larutan padatan.
Image of page 3
Image of page 4

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 4 pages?

  • Spring '16
  • Lent

What students are saying

  • Left Quote Icon

    As a current student on this bumpy collegiate pathway, I stumbled upon Course Hero, where I can find study resources for nearly all my courses, get online help from tutors 24/7, and even share my old projects, papers, and lecture notes with other students.

    Student Picture

    Kiran Temple University Fox School of Business ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    I cannot even describe how much Course Hero helped me this summer. It’s truly become something I can always rely on and help me. In the end, I was not only able to survive summer classes, but I was able to thrive thanks to Course Hero.

    Student Picture

    Dana University of Pennsylvania ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    The ability to access any university’s resources through Course Hero proved invaluable in my case. I was behind on Tulane coursework and actually used UCLA’s materials to help me move forward and get everything together on time.

    Student Picture

    Jill Tulane University ‘16, Course Hero Intern

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes
A+ icon
Ask Expert Tutors