PSAK 8 Peristiwa setelah Periode Pelaporan membedakan peristiwa setelah tanggal

Psak 8 peristiwa setelah periode pelaporan membedakan

This preview shows page 366 - 368 out of 412 pages.

PSAK 8 Peristiwa setelah Periode Pelaporan membedakan peristiwa setelah tanggal periode pelaporan neraca menjadi dua, yaitu: 1. Peristiwa yang memerlukan penyesuaian Peristiwa setelah periode pelaporan memerlukan penyesuaian jika salah satu kriteria berikut terpenuhi: a. Kejadian yang memberikan bukti tambahan terkait dengan kondisi yang sudah terjadi pada tanggal pelaporan. b. Kejadian tersebut mengindikasikan tidak tepat untuk mengaplikasikan dasar akuntansi going concern. 2. Peristiwa yang tidak memerlukan penyesuaian Peristiwa setelah periode pelaporan tidak memerlukan penyesuaian jika kejadian tersebut terkait dengan kondisi yang belum terjadi pada periode pelaporan. Contoh dari peristiwa yang memerlukan penyesuaian: 1. Penyelesaian kasus pengadilan setelah periode pelaporan yang memberikan bukti baru bahwa entitas memiliki kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. Dalam kasus ini berarti entitas perlu melakukan perubahan atas estimasi awal dan menyesuaikan provisi yang terkait dengan kasus tersebut sesuai dengan PSAK 57 Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi , atau mengakui provisi baru
Image of page 366
10 BAB Bab 10 – Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan 321 Ikatan Akuntan Indonesia jika sebelumnya belum mengakui provisi. Dalam hal ini, entitas perlu melakukan perubahan estimasi akuntansi pada periode pelaporan (prospektif). 2. Penerimaan informasi setelah periode pelaporan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset pada akhir periode pelaporan, atau perlunya penyesuaian atas jumlah yang sebelumnya telah diakui sebagai rugi penurunan nilai aset. Misalnya: diperoleh informasi mengenai kebangkrutan pelanggan yang terjadi setelah periode pelaporan. Adanya kebangkrutan tersebut menunjukkan peristiwa yang memerlukan penyesuaian karena kemungkinan besar kondisi keuangan pelanggan tersebut sudah memburuk sebelum tanggal pelaporan. Sangat jarang terjadi kebangkrutan tersebut disebabkan karena peristiwa setelah tanggal pelaporan. Adanya peristiwa tersebut juga menunjukkan entitas perlu merevisi estimasi mengenai penurunan nilai yang sebelumnya telah dibuat. Artinya entitas perlu melakukan perubahan estimasi akuntansi pada periode pelaporan (prospektif). 3. Penentuan setelah periode pelaporan atas biaya perolehan aset yang dibeli, atau hasil penjualan aset yang dijual sebelum akhir periode pelaporan. Entitas dapat melakukan penjualan aset yang memenuhi kriteria untuk diakui sebagai penjualan aset, namun jumlah imbalan yang diterima tergantung dari peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Misal, PT Anita menjual sebidang tanah sebelum tanggal 31 Desember 2016 dan harga penjualannya tergantung pada apakah pembeli dapat memperoleh Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di atas tanah tersebut. PT Anita mengestimasi probabilita mendapatkan IMB dalam menentukan nilai wajar dari piutang yang timbul dari transaksi tersebut. Apabila sebelum tanggal laporan keuangan diotorisasi diperoleh informasi mengenai diberikan atau tidak diberikan IMB
Image of page 367
Image of page 368

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 412 pages?

  • Summer '18
  • s.e

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes