Menurut munawir 2004125 penggunaan aktiva lancar yang

This preview shows page 12 - 15 out of 47 pages.

Menurut Munawir (2004:125), penggunaan aktiva lancar yang mengakibatkan turunnya/berkurangnya modal kerja adalah sebagai berikut : 1.Pembayaran biaya operasi perusahaan, meliputi pembayaran upah, gaji, pembelian bahan baku atau barang dagangan, peralatan kantor dan pembayaran biaya-biaya lainnya.
29 Pembayaran biaya operasi ini akan melibatkan terjadinya penjualan atau penghasilan perusahaan yang bersangkutan. Penggunaan aktiva lancar untuk pembayaran biaya operasi ini baru merupakan penggunaan modal kerja kalau jumlah biaya suatu periode lebih besar daripada jumlah penghasilannya (timbul kerugian). Besarnya penggunaan modal kerja untuk biaya operasi ini akan dapat ditentukan dengan menganalisa laporan perhitungan rugi/laba perusahaan tersebut yaitu jumlah kerugian netto yang nampak dalam laporan perhitungan rugi/laba dikurangi dengan jumlah depresiasi dan amortisasi periode-periode tersebut. 2.Kerugian-kerugian yang diderita oleh perusahaan karena adanya penjualan surat berharga atau efek, maupun kerugian yang insidentil lainnya. Penggunaan modal kerja karena kerugian dari luar usaha pokok perubahan harus dilaporkan tersendiri dalam laporan perubahan modal kerja. Hal ini dimaksudkan agar laporan itu lebih informatif bagi para pembacanya. Adapun kerugian baik yang rutin maupun yang insidentil akhirnya akan mengakibatkan berkurangnya modal perusahaan. 3.Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan-tujuan tertentu dalam jangka panjang, misalnya dana pelunasan obligasi, dana pensiun pegawai, dana ekspansi ataupun dana-dana lainnya. Adanya pembentukan dana ini berarti adanya perubahan bentuk aktiva-aktiva lancar menjadi aktiva tetap. 4.Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap, investasi jangka panjang atau aktiva tidak lancar lainnya yang mengakibatkan berkurangnya aktiva lancar atau timbulnya hutang lancar yang berakibat kurangnya modal kerja.
30 5.Pembayaran hutang-hutang jangka panjang yang meliputi hutang-hutang hipotik, hutang obligasi maupun bentuk hutang jangka panjang lainnya, serta penarikan atau pembelian kembali (untuk sementara maupun untuk seterusnya) saham perusahaan yang beredar atau adanya penurunan hutang jangka panjang diimbangi berkurangnya aktiva lancar. 6.Pengambilan uang atau barang dagangan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi (prive) atau adanya pengambilan bagian keuntungan oleh pemilik dalam perusahaan perseorangan dan persekutuan atau adanya pembayaran dividen dalam perseroan terbatas. Dengan kata lain adanya penurunan sektor modal yang diimbangi dengan berkurangnya aktiva lancar atau bertambahnya hutang lancar dalam jumlah yang sama. Menurut Munawir (2004:127), disamping penggunaan aktiva lancar yang mengakibatkan turunnya/berkurangnya modal kerja tersebut, ada pula penggunaan aktiva lancar yang mengakibatkan tidak berkurangnya modal kerja, misalnya : a.Pembelian surat-surat berharga/efek (marketable securities) secara tunai.

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture