Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis alternatif kedua dalam penelitian

Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis alternatif

This preview shows page 145 - 148 out of 199 pages.

terhadap Kebijakan Dividen (DPR). Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis alternatif kedua dalam penelitian ini diterima. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Thanatawee, Yordying (2012). Hasil penelitian tersebut mengambil kesimpulan bahwa Kepemilikan Institusional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Semakin besar kepemilikan saham institusional maka Kebijakan Dividen yang ditetapkan akan semakin besar. Keberadaan pemilik institusional diharapkan mampu melaksanakan fungsi monitoring yang efektif terhadap manajemen perusahaan. Fungsi monitoring tersebut bertujuan agar manajemen bertindak dengan tujuan mementingkan kemakmuran para pemegang saham, bukan mengutamakan kepentingannya dan bertindak oportunistik. Kepemilikan Institusional yang besar mampu mendorong manajerial perusahaan untuk bertindak
Image of page 145
127 selaras dengan kepentingan pemegang saham yakni dengan pembagian dividen yang besar pula. Selain itu, pembayaran dividen dapat dikatakan efektif sebagai insentif dari upaya monitoring yang telah dilaksanakan pemilik insitusional terhadap manajemen perusahaan. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Sisca Christianty Dewi (2008) serta Imanda Firmantyas Putri dan Mohammad Nasir (2006) di mana Kepemilikan Institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Semakin tinggi Kepemilikan Institusional maka semakin kuat pula kontrrol eksternal terhadap perusahaan yang kemudian dapat mengurangi biaya keagenan. Dengan demikian, perusahaan akancenderung memberikan dividen yang lebih rendah. Hasil penelitian ini selaras dengan teori bird in the hand. Teori yang dikemukakan oleh Gordon dan Lintner ini menyatakan bahwa biaya modal sendiri akan naik jika Dividend Payout Ratio (DPR) rendah. Teori ini menyatakan bahwa investor menghendaki pembayaran dividen yang tinggi. Alasannya adalah adanya anggapan bahwa mendapatkan dividen saat ini akan memiliki risiko yang lebih kecil daripada mendapatkan capital gains di masa mendatang. Hal tersebut dikarenakan dividen merupakan faktor yang dapat dikendalikan oleh perusahaan sedangkan capital gains merupakan faktor yang dikendalikan oleh pasar melalui mekanisme penentuan harga saham.
Image of page 146
128 3. Kesempatan Investasi Berpengaruh Negatif terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di BEI Periode 2008-2013 Hipotesis alternatif ketiga yaitu Kesempatan Investasi (CAPBVA) berpengaruh negatif terhadap Kebijakan Dividen (DPR) pada perusahaan sektor industri barang konsusmsi yang terdaftar di bursa Efek Indonesia periode 2008-2013. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa pengaruh Kesempatan Investasi (CAPBVA) terhadap Kebijakan Dividen (DPR) adalah negatif dan signifikan. Berikut adalah persamaan matematis yang terbentuk dari perhitungan dengan bantuan SPSS: DPR = 0,514 - 1,003 CAPBVA Koefisien regresi sebesar -1,003 menunjukkan bahwa Kesempatan Investasi (CAPBVA) memiliki arah koefisien regresi negatif. Berdasarkan tabel 32 dapat dilihat bahwa nilai t hitung sebesar -2,058 jika dibandingkan dengan t tabel
Image of page 147
Image of page 148

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 199 pages?

  • Fall '16
  • Cristina

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture