243 pandangan syariah tentang reksadana menurut hasbi

  • No School
  • AA 1
  • 47

This preview shows page 26 - 28 out of 47 pages.

2.4.3 Pandangan Syariah tentang Reksadana Menurut Hasbi (2010) dalam jurnalnya mengatakan bahwa, pada prinsipnya setiap sesuatu dalam muamalat adalah dibolehkan selama tidak bertentangan dengan syariah, mengikuti kaidah fiqih yang dipegang oleh mazhab Hambali dan para fuqaha lainnya yaitu: “Prinsip dasar dalam transaksi dan syarat- syarat yang berkenaan dengannya ialah boleh diadakan, selama tidak dilarang oleh syariah atau bertentangan dengan nash syariah.” (Al Fiqh al Islamy wa Adillatuh) . Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman agar memenuhi akad yang mereka lakukan seperti yang disebut, dalam Al Qur’an: “Hai orang- orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu.” (QS. Al Maidah:1) . Syarat-syarat yang berlaku dalam sebuah akad, adalah syarat-syarat yang ditentukan sendiri kaum muslimin, selama tidak melanggar ajaran Islam. Rasulullah SAW member batasan tersebut dalam hadist: “Perdamaian itu boleh antara orang-orang Islam kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. Orang-orang Islam wajib memenuhi syarat-syarat yang mereka sepakati kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Tirmizy dari Amru bin ‘Auf) . Syariah dapat menerima usaha semacam reksadana sepanjang hal yang tidak bertentangan dengan Syariah. Wahbah Az Zuhaily berkata: “Dan setiap syarat yang tidak bertentangan dengan dasar-dasar syariat dan dapat disamakan
Image of page 26