Tujuan pengangkatan ethics officer di suatu perusahaan adalah untuk membantu

Tujuan pengangkatan ethics officer di suatu

This preview shows page 8 - 12 out of 42 pages.

Tujuan pengangkatan ethics officer di suatu perusahaan adalah untuk membantu perusahaan/organisasi mengelola etika perusahaan dengan menggunakan/menyediakan kepemimpinan dan pengawasan dari ethics officer . ethics officer dalam mengelola etika perusahaan, mempunyai tugas - tugas sebagai berikut (Llopis, Reyes, Jose, 2007) : - Mengembangkan dan mengarahkan etika di organisasi. - Sebagai compliance di organisasi dalam melakukan bisnis. - Memberikan kepemimpinan, pengawasan, dan saran untuk memastikan pembangunan, interprestasi, dan implementasi etika. - Berfungsisebagai akuntabilitas untuk semua kegiatan dan program yang berkaitan dengan standar perilaku etis, termasuk hubungan dengan pihak – pihak eksternal.
Image of page 8
20 2.1.3 Role Challenges of Ethics Officer Tugas-tugas dari seorang ethics officer juga memiliki resiko- resiko yang dapat mempengaruhi kinerjannya. Dalam bagian ini, akan dibahasas tentang resiko – resiko seperti role ambiguity , task complexity , low task visibility , dan resiko lainnya yang dapat menghambat ethics officer dalam mewujudkan kinerja yang efektif (Adobor, 2006). 2.1.3.1 Karakteristik peran dari Ethics Officer Berdasarkan penelitian milik Adobor (2006), banyaknya tanggung jawab yang diemban oleh seorang ethics officer dan posisi mereka yang menjalani tugasnya di beberapa sub-system dalam struktur organisasi perusahaan, dapat sangat mempengaruhi kinerja mereka. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kinerja mereka tersebut adalah : role conflict (konflik peran), role ambiguity (ambiguitas peran), task complexity (kompleksitas tugas), dan task visibility (visibilitas tugas). Role conflict (konfilk peran), adalah proses sosial antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak beraya terhadap tingkah laku seseorang sesuai kedudukannya dalam kehidupan. Jadi, konflik peran adalah bentuk khusus dari konflik sosial yang trjadi ketika
Image of page 9
21 seseorang dipaksa untuk mengambil dua peran yang berbeda dan tidak kompatibel pada saat yang sama (Adobor, 2006).Menurut Adobor (2006), terdapat 4 tipe dari konflik peran yang dapat terjadi pada dalam diri seorang individu, yaitu : - Person-Role conflict : konflik dimana peraturan yang berlaku tidak dapat diterima oleh seseorang sehingga orang tersebut memilih untuk tidak melaksanakan sesuatu sesuai dengan peraturan yang berlaku tersebut. - Inter-Role conflict : konflik yang dimana seseorang menghadapi persoalan karena dia menjabat dua atau lebih fungsi yang saling bertentangan seperti seseorang yang menjadi mandor dalam perusahaan tetapi juga sebagai ketua serikat pekerja. - Intersender conflict : konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang. Misalnya, seorang rektor yang harus memenuhi permintaan dari dekan – dekan fakultas yang berlainan atau dekan yang harus mengakomodir semua kepentingan/kebutuhan para ketua jurusan yang juga sangat bermacam – macam. - Intrasender conflict : konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan.
Image of page 10
22 Role Ambiguity , ambiguitas peran menurut Luthans
Image of page 11
Image of page 12

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 42 pages?

  • Summer '18
  • Agus Setiawan

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture