b Pengurangan strength formasinya hal ini sering dihubungkan dengan produksi

B pengurangan strength formasinya hal ini sering

This preview shows page 6 - 9 out of 12 pages.

b. Pengurangan strength formasinya, hal ini sering dihubungkan dengan produksi air karena akan melarutkan material penyemen atau pengurangan gaya kapiler dengan meningkatnya saturasi air. c. Penurunan tekanan reservoir, dengan penurunan ini akan mengganggu sifat penyemenan antar batuan. 4.2. Pencegahan Problem Kepasiran
Image of page 6
Usaha yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kepasiran adalah dengan cara memproduksikan minyak pada laju optimum tanpa terjadi kepasiran. Sand free flow rate merupakan besarnya laju produksi kritis, dimana apabila sumur tersebut diproduksikan melebihi laju kritisnya, maka akan menimbulkan masalah kepasiran. Maximum sand free flow rate atau laju produksi maksimum tanpa menimbulkan kepasiran dapat ditentukan dengan suatu anggapan bahwa gradien tekanan maksimum di permukaan kelengkungan pasir, yaitu suatu laju produksi maksimum tanpa kepasiran berbanding langsung dengan kekuatan formasi. Dengan kata lain jika produksi menyebabkan tekanan kelengkungan pasir lebih besar dari kekuatan formasi, maka butiran pasir formasi akan mulai ikut bergerak. Untuk menentukan laju produksi kritis yang diperkenankan atau maximum sand free flow rate dari suatu formasi batuan, Stain memberikan persamaan : 4.3. Penanggulangan Problem Kepasiran Pada hakekatnya problematik turut terproduksinya pasir dapat dikontrol dengan tiga cara, yaitu : 1. Pengurangan drag force, cara ini dinggap paling murah dan paling efektif. 2. Dengan cara bridging sand, cara ini layak dipakai untuk dikerjakan dan mempunyai aplikasi yang lebih luas tetapi cara ini sulit untuk diterapkan pada multiple zone atau pada sumur dengan diameter casing yang kecil. 3. Penambahan formation strength, yaitu dengan menggunakan resin consolidation method. 4.3.1. Pengurangan Drag Force Cara ini merupakan cara yang paling mudah dan efektif digunkan dalam mengontrol pasir. Laju produksi yang menyebabkan terikutnya produksi pasir harus dipertimbangkan pada laju per-unit area dari formasi yang permeable. Langkah pertama yang harus dipertimbangkan adalah penambahan daerah aliran (flow area), kemudian penentuan laju maksimum atau laju produksi kritis, dimana di atas laju maksimum tersbut pasir terproduksi menjadi berlebihan. Gambar 4.1. memperlihatkan hubungan antara produksi pasir terhadap laju aliran. Ketika laju fluida bertambah secara bertahap, konsentrasi pasir akan naik pada tiap-tiap penambahan, kemudian akan turun dengan tajam seharga konsentrasi mula-mula. Efek bergelombang ini terbukti akan merusak bridge yang tidak stabil yang mana akan terbentuk kembali pada laju aliran yang tinggi. Ketika critical range telah dicapai, bridge tidak terbentuk kembali. Strength struktur telah terlampaui dan produksi pasir akan berlanjut pada laju aliran yang lebih tinggi. Laju produksi kemudian dikurangi sampai
Image of page 7
di bawah critical range untuk memberi kesempatan agar bridge terbentuk kembali, kemudian rate dapat ditambah tetapi masih dibawah range.
Image of page 8
Image of page 9

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 12 pages?

  • Winter '14
  • ir. sugiatmo kasmungin

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture