Gambar III2 Water Drive Reservoir Gambar III3 Gas Cap Drive Reservoir Gambar

Gambar iii2 water drive reservoir gambar iii3 gas cap

This preview shows page 8 - 13 out of 33 pages.

Gambar III.2. Water Drive Reservoir
Image of page 8
Gambar III.3. Gas Cap Drive Reservoir Gambar III.4. Depletion Drive Reservoir Perkiraan reservoir ini sangat berperan terhadap perencanaan penyebaran sumur-
Image of page 9
sumur produksi. Dalam perencanaan penyebaran sumur produksi umumnya berhubungan dengan beberapa masalah antara lain berapa jumlah sumur yang dapat dibor, spasi sumur tersebut, dan pola penyebaran sumurnya, sehingga kandungan hydrocarbon dalam reservoir dapat terkuras secara maksimal dan menghasilkan keuntungan ekonomis yang maksimal. Untuk mencapai hal-hal tersebut, maka harus dipahami faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan penyebaran sumur yaitu, distribusi cadangan termasuk geometri (bentuk dan ukuran) cadangan, distribusi produktivitas, struktur geologi dan posisi struktur serta mekanisme pendorong reservoir. Sebelum membicarakan karakteristik dari fluida reservoir akan lebih baik kita memahami diagram fasa antara Tekanan dan Temperatur. Gambar III.5 Diagram Fasa Fluida Reservoir Dari diagram fasa diatas Fluida reservoir itu diklasifikasikan berdasarkan kuantitas fasa ringan dan beratnya yang menyesuaikan terhadap penambahan Tekanan dan temperature tertentu. Fluida reservoir diklasifikasikan menjadi : 1. Black Oil ( Low Shrinkage Oil ) 2. Volatile Oil ( High Shrinkage Oil ) 3. Retrograde gas Condensate 4. Wet Gas 5. Dry Gas
Image of page 10
Gambar III.6 Klasifikasi Fluida Reservoir Setelah memahami pembagian barulah kita membicarakan mengenai karakteristik dari fluida reservoir itu sendiri. Karakteristik fluida reservoir itu dipengaruhi oleh sifat fisik dari fluida itu sendiri yaitu : 1. Kelarutan Gas Dalam Minyak (Rs) Dari grafik dibawah dapat dilihat pengaruh tekanan terhadap kelarutan gas dalam minyak dimana akan konstan ketika diatas tekanan bubble point. Saat mencapai bubble point semakin rendah tekanannya maka akan terjadi penurunan harga dari kelarutan gas dalam minyak (Rs). Gambar III.7 Pressure vs Kelarutan Gas dalam Minyak 2. Faktor Volume Formasi Minyak (Bo) Dari grafik di bawah dapat dilihat bahwa setiap penurunan tekananakanmembuat Bo meningkat sampai mencapai Tekanan bubble point . Setelah mencapai bubble point ketika tekanan terus turun membuat Bo akan menjadi turun karena adanya pembebasan gas dari oil yang membuat volume menurun.
Image of page 11
Gambar III.8. Pressure vs Faktor Volume Formasi 3. Viskositas Oil Dari grafik di bawah dapat dilihat bahwa pada tekanan diatas bubble point setiap penurunan tekanan akan membuat viskositas dari oil akan menurun sampai pada tekanan bubble point . Setelah mencapai bubble point akan terjadi pembebasan gas dan membuat meningkatnya viskositas setiap penurunan tekanannya karena menghilangnya fasa ringan dari oil tersebut. Gambar III.9. Pressure vs Viskositas Minyak 4. Kompresibilitas Minyak Adalah salah satu sifat fluida, yaitu seberapa mudah volume dari suatu massa fluida dapat diubah apabila terjadi perubahan tekanan, artinya seberapa mampu-mampatkah fluida tersebut.
Image of page 12
Image of page 13

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 33 pages?

  • Winter '14
  • ir. sugiatmo kasmungin

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture