Dapat menghasilkan nilai kecepatan berkecambah rata

  • No School
  • AA 1
  • 5

This preview shows page 4 - 5 out of 5 pages.

dapat menghasilkan nilai kecepatan berkecambah rata-rata sekitar 6% per hari. Nilai kecepatan berkecambah tertinggi dihasilkan dari perlakuan benih yang direndam dalam larutan asam sulfat selama 20 menit, yaitu 6,49% per hari. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perlakuan pendahuluan yang tepat untuk benih kourbaril sebelum dikecambahkan adalah benih direndam dalam larutan asam sulfat selama 20 menit, karena perlakuan ini sangat efektif dapat mematahkan dormansi benih kourbaril, sehingga bisa meningkatkan dan mempercepat perkecambahannya. Untuk mematahkan dormansi kulit benih kourbaril diperlukan suatu perlakuan pendahuluan tertentu dan ternyata perendaman dalam larutan asam sulfat selama 20 menit sangat efektif dalam mematahkan dormansi tersebut. Sehingga dengan cara ini dapat merubah kulit benih yang semula keras menjadi lunak, sehingga dapat memudahkan terjadinya proses imbibisi, dan dapat meningkatkan dan mempercepat perkecambahan benih kourbaril. Faktor dormansi pada benih kourbaril disebabkan oleh kulit yang tebal dan keras. Kulit benih yang tebal dan keras pada umumnya menghambat perkecambahan walaupun disemaikan pada kondisi perkecambahan yang optimum. Benih yang demikian digolongkan sebagai benih yang memiliki sifat dorman. Dormansi bisa disebabkan karena sifat fisik kulit benih, keadaan fisiologis dari embrio, atau interaksi dari keduanya (Sadjad 1980). Penyebab dormansi yang sangat meluas adalah karena pada beberapa jenis tanaman benih memiliki organ tambahan berupa struktur penutup benih yang keras. Kulit demikian ini ditemui pada banyak jenis dari beberapa famili. Kulit benih yang keras ini biasanya menyebabkan dormansi melalui satu dari tiga cara, adalah kulit yang keras mungkin menyebabkan impermeabel terhadap air, gas atau mungkin secara mekanik menekan perkembangan embrio. Impermeabilitas air dan gas karena struktur kulit yang keras banyak terjadi pada jenis-jenis dari keluarga Leguminosae dan Caesalpineaceae. Kulit benih ini tahan terhadap gesekan dan kadang terlindungi oleh lapisan seperti lilin. Kulit benih yang keras ini sebenarnya secara alamiah berfungsi untuk mencegah kerusakan benih dari serangan jamur atau serangga predator (Leadem 1997). Secara fisiologis, Schopmeyer (1974) menerangkan bahwa benih untuk bisa berubah menjadi kecambah harus melewati 3 tahap yang saling tumpang tindih yaitu: (i) absorpsi air terutama melalui imbibisi, proses ini menyebabkan membengkaknya benih, dan juga menyebabkan pecah atau merekahnya kulit benih, (ii) bersamaan dengan itu terjadi aktivitas enzimatik, peningkatan kecepatan respirasi (yang membutuhkan oksigen) dan assimilasi yang ditandai dengan penggunaan cadangan makanan, dan translokasi ke area pertumbuhan, dan (iii) pembesaran dan pembelahan sel yang memunculkan akar dan plumula. Yang kemudian menjadi masalah adalah kadang pada kondisi yang sebenarnya merupakan kondisi yang baik bagi perkecambahan seperti cukup air, suhu sesuai, dan komposisi atmosfer normal, pada benih-benih tertentu proses perkecambahannya tetap tidak terjadi. Benih ini sebenarnya viabel karena dapat
Image of page 4
Image of page 5

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 5 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes