Secara dasar sosiologis naskah akademik ini disusun dengan mengkaji realitas

Secara dasar sosiologis naskah akademik ini disusun

This preview shows page 47 - 50 out of 110 pages.

Secara dasar sosiologis, naskah akademik ini disusun dengan mengkaji realitas masyarakat yang meliputi kebutuhan hukum masyarakat, aspek sosial ekonomi dan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. Tujuan Kajian Sosiologis ini adalah mengkaji sisi kemanfaatan hukum dalam pelaksanaan pemberian fasilitas Pengampunan Pajak oleh pemerintah. Kemanfaatan hukum haruslah diperhatikan karena masyarakat mengharapkan adanya manfaat yang dapat dirasakan baik secara langsung maupun dirasakan kemudian setelah pelaksanaan suatu kebijakan yang dituangkan dalam peraturan penundangundangan, dalam hal ini Undang-Undang Pengampunan Pajak. Kajian Sosiologis ini juga untuk menghindari jangan sampai kebijakan Pengampunan Pajak justru menimbulkan penolakan dari masyarakat sehingga menjadi kontraproduktif. Pelaksanaan kebijakan Pengampunan Pajak semata- mata dilaksanakan untuk memulai tatanan baru dalam bidang perpajakan, meningkatkan sistem perpajakan nasional, mendorong penerimaan pendapatan Negara, serta mendorong kemajuan ekonomi dan pembangunan nasional. Pelaksanaan Pengampunan Pajak diharapkan bukan hanya memperhatikan kepentingan pemerintah dalam rangka mengumpulkan sebesar-besarnya penerimaan negara, melainkan juga memperhatikan kepentingan masyarakat serta manfaat dari pajak tersebut untuk masyarakat. Disamping itu, pengampungan pajak didasarkan pada kebutuhan yang mendesak demi terciptanya tatanan sistem administrasi perpajakan yang baru dalam rangka rekonsiliasi
Image of page 47
ASPEK KEADILAN DAN INKLUSIVITAS DALAM PENERAPAN KEBIJAKAN TAX AMNESTY BAGI PARA WAJIB PAJAK 33 perpajakan nasional serta kelangsungan penerimaan negara jangka panjang. Landasan sosiologis meninjau Pengampunan Pajak dari segi masyarakat terkait akibat dari pemberian fasilitas Pengampunan Pajak dan atas manfaat yang dapat dinikmati masyarakat atas pemberian Pengampunan Pajak. Pajak tidak hanya untuk membiayai pengeluaran rutin pemerintah, tetapi sangat diharapkan juga untuk membiayai seluruh kegiatan pembangunan nasional. Pajak memberikan kontribusi terbesar dalam persentase penerimaan nasional. Ketersediaan keuangan negara berpengaruh terhadap sejauh mana rakyat menikmati hasil pembangunan yang dibiayai dengan keuangan negara, khususnya penerimaan yang bersumber dari pajak. Pajak hanya dapat dibenarkan pungutannya apabila bermanfaat bagi masyarakat. Jika pajak hanya digunakan untuk segolongan kecil dari masyarakat, atau dipungut dan digunakan semata-mata untuk kepentingan penguasa, maka pungutan pajak tidak dapat dibenarkan. Tingkat kepatuhan masyarakat akan kewajiban perpajakan sangat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pajak. Tetapi selain itu, kepatuhan masyarakat juga dipengaruhi keengganan Wajib Pajak membayar pajak karena sumber penghasilan Wajib Pajak itu sendiri, seperti apabila ternyata harta kekayaan atau penghasilan tersebut ternyata berasal dari kegiatan yang tidak legal, dimana kegiatan yang tidak legal tersebut telah melibatkan atau menghasilkan harta kekayaan yang sangat besar jumlahnya.
Image of page 48
34
Image of page 49
Image of page 50

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 110 pages?

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture