2 Berani mengatakan dengan jujur apa yang dirasakan Misalnya tentang

2 berani mengatakan dengan jujur apa yang dirasakan

This preview shows page 22 - 25 out of 48 pages.

2. Berani mengatakan dengan jujur apa yang dirasakan. Misalnya tentang ketidakpuasan. Ungkapkan ketidakpuasan itu dengan nada yang bersahabat, tidak dengan nada yang penuh emosi. 3. Tunjukkan image yang positif, misalnya dengan bertutur kata dan bertingkah laku sopan. Dengan image positif ini Anda akan lebih mudah diterima dalam bersikap asertif. 4. Pandai membaca keadaan. Perilaku asertif dapat dinilai agresif jika ditunjukkan dalam kondisi yang salah. Maka jika ingin mengungkapkan sesuatu pastikan suasana dan kondisinya dalam keadaan tenang dan tidak dalam keadaan yang penuh emosi. 5. Dalam keadaan emosi jangan sekalipun mengungkapkan keinginan Anda, karena dikhawatirkan hasilnya tidak objektif karena dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat subyektif dan emosionil. 6. Saat menghadapi masalah, cobalah untuk bersikap menyelesaikan masalah. Cobalah melihat lawan bicara anda sebagai teman anda, bukan musuh. 7. Komunikasi harusnya terbuka dan jujur. Ingatlah untuk selalu menghormati yang lain ketika anda mengutarakan perasaan, keinginan, kebutuhan, keyakinan dan pendapat anda. 8. Buatlah keputusan untuk selalu asertif. Berlakulah asertif, tidak agresif dan tidak pula pasif.
Image of page 22
Modul Pelatihan PKP Komunikasi Publik 23 | P a g e 9. Dengarkan apa yang dikatakan lawan bicara anda dengan seksama. Cobalah pahami apa inti pembicaraan atau massalahnya, dan jangan menyela saat dia sedang menjelaskan. 10. Agree to disagree . Sepakat untuk tidak sepakat. Pahamilah bahwa mempunyai pendapat yang berbeda tidak serta merta berarti bahwa anda benar dan dia salah. 11. Hindari membuat orang merasa bersalah. Jujurlah dan katakana kepada merka apa yang anda rasakan atau apa yang anda inginkan tanpa mendominasi atau membuat mereka merasa bersalah. 12. Tetap tenang. Bernafas secara normal. Tataplah lawan bicara anda. Wajah tetap sanati da bicaralah dengan suara biasa saja. 13. Latihlah terus sikap asertif. Cobalah berbicara dengan gaya asertif di depan kaca atau berlatih dengan teman. Perhatikan Bahasa tubuh anda dan juga kata-kata yang anda ucapkan. 14. Sabarlah. Menjadi asertif adalah dibutuhkan latihan terus menerus. Kadang- kadang anda bisa berkomunikasi asertif secara baik, dan kadang tidak sebaik itu. FORMULASI KALIMAT ASERTIF Fokus pada ―saya‖. Mulailah kalimat asertif anda dengan: “Saya tidak ingin anda …” “Saya ingin…” "Saya senang sekali waktu anda mengatakan…” “Saya senang sekali waktu anda melakukan…” “Waktu kamu melakukan… Saya merasa…” “Pendapat saya sedikit berbeda. Saya rasa…” “Saya sudah memutuskan untuk tidak…” “Saya tidak akan…” “Maukah anda…” “Ya sudah tidak apa - apa. Kita tidak harus sepakat. Ayo lanjut…”
Image of page 23