1 Usaha bank dan badan usaha lain yang meyalurkan kredit sewa guna usaha dengan

1 usaha bank dan badan usaha lain yang meyalurkan

This preview shows page 13 - 16 out of 23 pages.

1. Usaha bank dan badan usaha lain yang meyalurkan kredit, sewa guna usaha dengan hak opsi,perusahaan pembiayaan konsumen, dan perusahaan anjak piutang. 2. Cadangan untuk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial yang dibentuk oleh Badan Penyelenggara Jamina Sosial (BPJS); 3. Cadangan penjaminan untuk Lembaga Penjaminan Simpanan; 4. Cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan. 5. Cadangan biaya penanaman kembali untuk usaha kehutanan; dan 6. cadanagn biaya penutupan dan pemeliharaan tempat pembuangan limbah industry untuk usaha pengolahan limbah industri. 2.5 PIUTANG DI LUAR USAHA Timbul karena pemberian pinjaman kepada pihak ketiga dan pegawai, klaim asuransi, retitusi pajak, royalty, dll. Apabila dapat ditagih pada waktu singkat dapat di golongkan sebagai asset lancar. Apabila penagihannya di lakukan lebih dari 1 tahun, maka di golongkan sebagi aset lain – lain. 2.6 PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH Akuntansi komersial mengatur bahwa jumlah kootor piutang tetang disajikan dineraca yang diikuti dengan penyisishan untuk piutang yang diragukan atau taksirkan piutang yang tidak dapat ditagih. Pada prinsipnya, terdapat 2 cara dalam menetapkan jumlah penyisishan piutang tidak tertagih. 1. Atas dasar Saldo Piutang Cara ini dilakukan dengan menetapkan suatu presentase terhadap saldo piutang rata-rata atau golongan unsur piutang pada akhir periode.
Image of page 13
Contoh : Saldo piutang per 1 Januari sebesar Rp. 10.000.000,00 dan saldo piutang per 31 Desember 2008 Rp.20.000.000,00 diasumsikan penyisihannya 2 %. Besar penyisihan piutang tak tertagih dihitung sebagai berikut : Saldo piutang rata-rata = Rp. 10.000.000,00+ Rp.20.000.000,00 2 = Rp.15.000.000,00 Penyisihan piutang tak tertagih = 2% x Rp.15.000.000,00 = Rp.7.500.000,00 Apabila dasar yang digunakan adalah golongan umur piutang pada akhir periode perusahaan harus membuat daftar umur piutang (aging schedule of receivable) seperti contoh berikut : Dari data daftar umum piutang diatas kemudian diolah dan diklasifikasikan sesuai persentase piutang tak tertagih seperti contoh berikut : 2. Atas dasar Saldo Penjualan Seperti cara sebelumnya, cara ini juga dilakukan dengan menetapkan presentase tertentu terhadap penjualan. Dasar yang digunakan dapat menggunakan penjualan kredit atau total penjualan. Sebagai contoh, total penjualan kredit tahun 2007 Rp. 1.400.000,00. Presentase penyisihan yang ditetapkan perusahaan 2% dari penjualan. Besar saldo penyisihan piutang tak tertagih (2% x Rp. 140.000.000,00) = Rp. 2.800.000,00 sedangkan biaya piutangtak tertagih juga sama, yaitu (2% x Rp. 140.000.000,00 ) = 2.800.000,00.
Image of page 14
Apabila cara ini digunakam, maka jumlah penyisihannya sama dengan yang dibebankan sebagai biaya. 2.7 PEMBEBANAN BIAYA TAK TERTAGIH Misalkan diketahui bahwa besarnya penyisihan yang harus dibentuk pada tahun 2008 sebesar Rp. 7.500.000,00. Jumlah tersebut harustampak di Neraca dengan akun “Penyisishan Piutang Tak Tertagih”. Selanjutnya untuk menentukan berapa besarnya yang dibebankan sebagai biaya, saldo awal akun “Penyisihan Piutang Tak Tertagih” perlu diperhatikan dulu.
Image of page 15
Image of page 16

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 23 pages?

  • Spring '16

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes