sumber penting di kepolisian yaitu Kabag psikologi di Polda Metro Jaya Kabag

Sumber penting di kepolisian yaitu kabag psikologi di

This preview shows page 20 - 22 out of 184 pages.

sumber penting di kepolisian, yaitu Kabag psikologi di Polda Metro Jaya, Kabag polisi Lantas bagian Laka (kecelakaan lalu lintas) Jakarta Timur, staff polisi bagian Reksa (pemeriksaan bagian lalu lintas) Jakarta Timur dan mantan direktur kepolisian bagian pengamanan kepolisian. Dari wawancara peneliti dengan Kabag Psikologi, Nurcahyo, ia membenarkan bahwa memang terdapat perilaku- perilaku menyimpang dari polisi yang mungkin diakibatkan oleh stres misalnya yaitu melakukan penyalahgunaan senjata api dan melakukan perilaku menyimpang seperti mencuri, disersi (lari dari tugas) atau memukul. Ia berpendapat pekerjaan yang paling stresful adalah polisi yang bekerja di lapangan yaitu polisi lalu lintas dibandingkan dengan yang bekerja di kantor (Komunikasi personal, 14 Juni 2011). Berdasarkan data anggota bermasalah yang diperoleh dari Direktorat Lantas Polda Metro Jaya bagian psikologi tahun 2010 diketahui bahwa terdapat 13 anggota yang bermasalah sejak 19 Januari 2010 – 13 November 2010. Perilaku bermasalah mereka antara lain adalah pencurian, disersi (lari dari tugas), sering absen dinas, penyalahgunaan senjata api dan pemukulan. Beberapa dari anggota bermasalah tersebut berhubungan dengan psikis antara lain depresi, permasalahan dengan rumah tangga, jenuh, dan permasalahan keuangan. Nurcahyo mengatakan bahwa pekerjaan sebagai polisi lalu lintas merupakan sandaran terdepan kepolisian yang bekerja di lapangan dan diamati oleh masyarakat secara langsung. Hal ini menyebabkan banyak aspek pekerjaan sebagai stressor antara lain beban kerja yang banyak, personil yang belum cukup memadai, dan kondisi fisik di lapangan (Komunikasi Personal, 14 Juni 2011).
Image of page 20
4 Polisi peka terhadap variasi yang luas dari tekanan pekerjaan atau penyebab stres. Penyebab stres ini dapat dikelompokkan dalam kategori yang berikut: (1) di luar departemen polisi, yang meliputi keputusan pengadilan yang tak menguntungkan, ketiadaan dukungan masyarakat, dan potensi kekerasan warga bahkan ketika berhadapan dengan penyelidikan lalu-lintas rutin atau pertengkaran rumah tangga; (2) sumber internal, yang meliputi gaji rendah, kemajuan karir yang terbatas, pengembangan atau perangsang profesional yang kecil, dan ketiadaan dukungan administratif; dan (3) penyebab stres yang berasal pada peran polisi itu sendiri, termasuk perputaran shift, kerja administratif yang berlebihan. (Eisenberg, 1975; Stratton, 1978, dalam Murtiningrum, 2005). Menurut Seyle (1976, Munandar, 2006), stres adalah keadaan didalam karateristik mahluk hidup dengan sindrom adaptasi umum. Dengan kata lain, adalah respon non spesifik dari tubuh terhadap permintaan yang dibuat untuk itu. Sumber stres yang menyebabkan seseorang tidak berfungsi secara optimal, atau yang menyebabkan seseorang jatuh sakit, tidak saja datang dari satu macam pembangkit stres, tetapi datang dari beberapa macam pembangkit stres, dan sebagian besar adalah dari waktu manusia bekerja, karena lingkungan pekerjaan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kesehatan pekerja ( Ferdy, 2010).
Image of page 21
Image of page 22

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 184 pages?

  • Winter '20
  • MS.
  • The Land

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture