Hubungan antara sifat tpt mentimun dengan citra lebar

  • No School
  • AA 1
  • Xiaojinyu120
  • 37

This preview shows page 18 - 22 out of 37 pages.

Hubungan Antara Sifat TPT Mentimun dengan Citra Lebar Mentimun .................................................................................... 71 4.36 Hubungan Antara Sifat TPT Mentimun dengan Citra Tinggi Mentimun .................................................................................... 72
Image of page 18
7 DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1. Tabel Sebaran Nilai RGB Pembentuk Citra Obyek dan Background ...... 87 2. Tabel Hasil Variabel Mutu Citra ............................................................... 88 3. Tabel Hasil Pengukuran Sifat Fisik .......................................................... 91 4. Tabel Ukuran Statistik Variabel Mutu Citra ............................................ 94
Image of page 19
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tanaman mentimun ( Cucumis sativus L.) berasal dari bagian India kemudian masuk ke Cina pada tahun 1882, De Condole memasukkan tanaman ini ke daftar tanaman asli India. Pada akhirnya tanaman ini menyebar ke seluruh dunia terutama di daerah tropika. Tanaman mentimun merupakan komoditas sayuran yang mulai memasuki pasaran ekspor, sebagai sayuran dalam bentuk buah segar. Penyebaran dan produksi mentimun di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Untuk dapat bersaing di pasaran dunia, produsen buah mentimun harus menghasilkan buah dengan kualitas baik yang ditentukan oleh penanganan pasca panen. Proses penanganan pasca panen buah mentimun memerlukan pengetahuan sifat fisik buah. Selama ini sifat fisik buah mentimun baik dari varietas IR dan wuku yang diamati di lapang hanya terbatas pada ukuran dan warna, kurang memperhatikan total padatan terlarut dan kekerasan buah. Penentuan sifat fisik buah mentimun biasanya dilakukan secara visual dengan memperhatikan penampilan buah, kemulusan buah, bebas dari kerusakan dan cacat serta ukuran buah yang dilakukan secara manual. Penentuan sifat fisik secara manual ini masih memiliki banyak kekurangan diantaranya waktu yang dibutuhkan relatif lama serta menghasilkan produk yang beragam karena keterbatasan visual manusia, tingkat kelelahan, dan perbedaan persepsi tentang mutu buah mentimun. Untuk pemutuan manual mentimun dari semua varietas, yaitu untuk mentimun yang dirajang harus mempunyai ukuran sedang, dan berwarna hijau tua belum masak dengan biji kecil-kecil. Pada kebanyakan varietas untuk buah mentimun dipetik dengan ukuran 16 sampai 23 cm. Mentimun untuk acar dipungut lebih awal daripada mentimun untuk dirajang. Panjang buah untuk acar biasanya 5 cm , tetapi beberapa pemanen memetik buah pada ukuran yang lebih besar yaitu (10 cm). Gradasi warna hijau pun dikehendaki. keseluruhan Pada
Image of page 20
9 umumnya mentimun dapat dipetik pada tingkat manapun asal belum mulai menguning. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan suatu metode yang digunakan untuk membantu dalam penentuan sifat fisik buah mentimun menggunakan metode non-destruktif. Metode non-destruktif adalah teknik untuk menentukan klasifikasi penentuan sifat fisik buah mentimun secara efektif dan efisien tanpa merusak buah tersebut. Sistem visual dengan bantuan alat merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah adalah teknik pengolahan citra yang diharapkan dapat membantu proses penentuan sifat fisik buah mentimun sehingga diperoleh hasil yang konsisten dan sesuai dengan keinginan pasar serta dapat diterima oleh konsumen. (Ahmad, 2005:3-4).
Image of page 21
Image of page 22

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 37 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture