Kisho kurokawa mencoba membawa elemen sejarah dan

This preview shows page 9 - 11 out of 11 pages.

Kisho Kurokawa mencoba ‘membawa’ elemen sejarah dan budaya pada engawa (tempat peralihan sebagai “ruang antara” pada bangunan: antara alam dan buatan, antara masa lalu dan masa depan-Jepang). Konsep ini diterapkan pada salah satu karya Kisho Kurokawa yaitu Nagoya City Art Museum. Sejarah dan budaya adalah sesuatu obyek yang abstrak dan tidak dapat dibendakan (intangible). Oleh karena itu, karya Kisho Kurokawa ini tergolong pada metafora abstrak . 2. Metafora Konkrit (tangible metaphor) Tangible methaphors (metafora yang nyata), Metafora yang berangkat dari hal-hal visual serta spesifikasi / karakter tertentu dari sebuah benda. Stasiun TGV ini dirancang oleh Santiago Calatrava, Dengan mengambil metafora seekor burung. Bagian depan bangunan ini runcing seperti bentuk paruh burung. Dan sisi- sisi bangunannya pun dirancang menyerupai bentuk sayap burung.
Image of page 9

Subscribe to view the full document.

3. Metafora Kombinasi. Combined methaphor(metafora kombinasi), merupakan penggabungan kategori 1 dan kategori 2 dengan membandingkan suatu objek visual dengan yang lain dimana mempunyai persamaan nilai konsep dengan objek visualnya. Dapat dipakai sebagai acuan kreativitas perancangan. E.X Plaza Indonesia, karya Budiman Hendropurnomo (DCM). Gubahan massa E.X yang terdiri atas lima buah kotak dengan posisi miring adalah hasil ekspresi dari gaya kinetik mobil-mobil yang sedang bergerak dengan kecepatan tinggi dan merespon gaya sentrifugal dari Bundaran Hotel Indonesia yang padat - obyek yang abstrak (intangible) Beberapa lapis dinding melengkung sebagai kiasan garis-garis ban yang menggesek aspal - obyek yang abstrak (intangible) Kolom-kolom penyangga diibaratkan dengan ban-ban mobil - visual (tangible). Adanya klasifikasi ini mempermudah kita untuk lebih memahami metafora dalam arsitektur. Arsitek mengkombinasikan intangible dan tangible dalam proses maupun hasilnya. Maksudnya, dalam suatu karya arsitektur terdapat 2 macam teori yang dipakai. Pengamat akan mendapatkan 2 presepsi dan kesimpulan. Meskipun terkadang, unsur Intangible nya lebih dipahami oleh sang arsitek sendiri.
Image of page 10